30 Bus Listrik Mulai Wara-wiri di Jakarta

Transjakarta meresmikan pengoperasian 30 bus listrik untuk melayani warga Jakarta dan sekitarnya sehari-hari

30 Bus Listrik Mulai Wara-wiri di Jakarta
Photo: Antara

TRENOTO – PT Transjakarta mulai mengoperasikan 30 bus listrik di Jakarta. Puluhan armada baru tersebut akan melayani kebutuhan transportasi sehari-hari warga Jakarta dan sekitarnya.

Bus listrik tersebut di atas juga hadir sebagai upaya pemerintah daerah, dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Adapun bus listrik ini akan dioperasikan oleh PT Mayasari Bakti dan dihadirkan atas kerja sama antara PT Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) dengan BYD Auto, China.

BYD sendiri telah lebih dulu masuk pasar otomotif Indonesia melalui model sedan yang digunakan oleh perusahaan taksi.

“Kami memiliki kemitraan strategis dengan BYD Auto. Mereka menjadi mitra penyedia teknologi bagi Bakrie Autoparts untuk bus listrik sejak 2018,” ucap Gilarsi W Setijono, Presiden Direktur PT VKTR seperti dikutip Antara.

Peluncuran bus listrik tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan.

VKTR (dibaca Vektor) dikatakan merupakan entitas baru yang memisahkan dari usaha PT Bakrie Autoparts. Adapun Bakrie Autoparts sendiri merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk yang sudah puluhan tahun berkiprah di dunia otomotif nasional.

Photo : 123RF

VKTR saat ini fokus pada pengembangan kendaraan listrik. Langkah pertamanya adalah dengan mengenalkan bus listrik. Tidak hanya itu, mereka juga berencana menghadirkan kendaraan komersial lain ke depannya.

Sebagai informasi, 30 bus listrik tersebut di atas akan beroperasi di rute non-BRT Transjakarta. BRT (Bus Rapid Transit) merupakan sistem bus yang terintegrasi dengan Transjakarta.

Sementara bus listrik BYD tipe K-9 Low  Deck memiliki panjang 12 meter. Kapasitas maksimal bus listrik ini adalah 60 penumpang baik duduk maupun berdiri.

Puluhan bus listrik yang disodorkan VKTR dikatakan sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan Transjakarta. Lalu ke depannya akan hadir bus listrik lainnya sesuai dengan kebutuhan Transjakarta.

“Pihak Transjakarta menyampaikan bahwa untuk tahap kedua, mereka membutuhkan bus listrik dengan lantai tinggi untuk rute BRT. Mereka juga akan perlu bus berukuran menengah untuk jalur feeder,” tutur Gilarsi.

VKTR dalam hal ini ingin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industtri kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya melalui beberapa kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian berbeda-beda.

Artikel Terkait