5 Merek Mobil Jepang Tawarkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Bali

5 merek mobil Jepang berkolaborasi untuk semakin mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan di pulau Bali

5 Merek Mobil Jepang Tawarkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Bali
Photo: 123rf

TRENOTO – 5 Merek mobil Jepang berkolaborasi untuk mempopulerkan kendaraan listrik di Indonesia. Melalui program bertajuk EV Smart Mobility – Joint Project, pengembangan ekosistem mobilitas elektrifikasi ini fokus di pulau Dewata, Bali.

Adapun 5 merek tersebut di atas adalah Toyota, Nissan, Mitsubishi, Fuso dan Isuzu. Kelima brand asal Jepang tersebut sepakat untuk berkolaborasi dengan menghadirkan mobilitas elektrifikasi di Tanah Air.

Langkah tersebut di atas memiliki tujuan untuk mendukung program pemerintah yang ingin mempercepat pengurangan emisi karbon. Tidak hanya itu, kolaborasi tersebut juga bertujuan untuk memperluas pengenalan kendaraan listrik untuk masa depan.

Lebih jauh dikatakan joint project hadir untuk membantu upaya revitalisasi sektor industri pariwisata di Tanah Air, khususnya Bali. Dan yang tidak kalah penting adalah bentuk dukungan kepada Indonesia sebagai presidensi G20 pada tahun ini di Bali.

Photo : 123rf

Lima distributor kendaraan asal Jepang ini mengembangkan Multi-Pathway guna memperluas pilihan kendaraan listrik pada masyarakat. Mulai dari hydrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) bersumber tenaga listrik, Hybrid Electric Vehicle (HEV) dengan menggabungkan EV dan mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sehingga mampu mengurangi emisi karbon tanpa melalui proses charging.

Bahkan teknologi ICE atau mesin bakar yang dapat berkontribusi besar dan memanfaatkan penggunaan biofuel.

Dengan menggunakan pendekatan Multi-Pathway diyakini bisa mempercepat kehadiran teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Adapun teknologi tersebut disiapkan untuk lebih murah diakses publik.

Photo : Istimewa

Mulai dari mengurangi emisi sesuai dengan keberadaan sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya dan kebutuhan penggunanya menjadi bahan pertimbangan model pendekatan tersebut di atas.

EV Smart Mobility – Joint Project akan menghadirkan BEV dan PHEV dalam pelaksanaannya. Hal tersebut sebagai bagian dari inisiatif bersama untuk membuka peluang baru.

“Kerjasama ini kami rancang membawa semangat yang sama dengan Indonesia, yaitu Recover Together, Recover Stronger dan tumbuh lebih kuat serta berkelanjutan,” kata Susumu Matsuda sebagai sekretariat project mewakili 5 APM otomotif tersebut.

Dalam joint project ini, masing-masing APM akan menyediakan kendaraan listrik andalannya untuk membentuk line-up di sektor kendaraan penumpang dan komersial.

Artikel Terkait