Ada Shuttle Bus Listrik di Kawasan Candi Borobudur

Meski harga naik Candi Borobudur meningkat, Pemerintah akan siapkan Shuttle Bus Listrik di kawasan tersebut

Ada Shuttle Bus Listrik di Kawasan Candi Borobudur
Photo: @luhut.pandjaitan

TRENOTO – Pemerintah Indonesia semakin menegaskan terkait posisinya untuk mengembangkan kendaraan listrik dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya di lokasi-lokasi wisata super prioritas.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berencana untuk menjadikan bus listrik sebagai shuttle di lokasi pariwisata. Menurutnya, kebijakan menggunakan kendaraan listrik serta EBT akan menegaskan komitmen Indonesia dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan.

“Mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rute perjalanan shuttle bus ini meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan,” ungkapnya dalam caption akun sosial media pribadinya.

Photo : @luhut.pandjaitan

Dengan adanya shuttle bus listrik tersebut maka wisatawan tidak perlu lagi kesulitan untuk berpindah lokasi. Mereka cukup memanfaatkan transportasi yang tersedia sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Kehadiran bus listrik sebagai shuttle untuk lokasi-lokasi wisata di Indonesia memang layak untuk diapresiasi. Pasalnya kendaraan listrik memang terbilang masih belum jamak digunakan sehingga perlu banyak dikenalkan.

Harga Tiket Candi Borobudur

Candi Borobudur belakangan ini menjadi sorotan setelah adanya rencana untuk menaikkan harga. Bagi wisatawan domestik yang hendak naik maka akan dikenakanan biaya sebesar Rp750.000 sementara untuk turis asing USD100.

Photo : MAB

Namun perlu diketahui bahwa untuk memasuki kawasan tidak akan dikenai kenaikan harga, Sedangkan bagi pelajar biaya masuk kawasan dikurangi menjadi hanya Rp5.000 dari sebelumnya Rp25.000.

Harga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga menimbilkan gelombang pro dan kontra khususnya di dunia maya. Padahal kebijakan diberikan pemerintah untuk memastikan kelestarian Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.

Tak hanya itu, Luhut juga akan membatasi wisatawan yang hendak naik menjadi hanya 1.200 orang per hari. Wisatawan pun akan diwajibkan menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan agar menyerap lapangan kerja.

“Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman serta turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya Rp5.000 rupiah,” pungkas Luhut dalam caption.

Artikel Terkait