Bambang Soesatyo Dukung Perubahan Warna Pelat Nomor Kendaraan

perubahan warna pelat nomor kendaraan yang diinisiasi oleh Kepolisian mendapat respon positif dari Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo Dukung Perubahan Warna Pelat Nomor Kendaraan
Photo: NTMC Polri

TRENOTO – Niatan Kepolisian untuk menambahkan cip serta melakukan perubahan warna pelat nomor kendaraan rupanya mendapat dukungan dari berbagai pisak. Salah satunya adalah Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Pusat.

Dukungan tersebut Ia sampaikan saat menerima kunjungan dari Irjen Pol Firman Shantyabudi, Kakorlantas Polri beberapa waktu lalu. Menurutnya terobosan yang dilakukan bisa menyelesaikan beberapa masalah lalu lintas di Indonesia.

“Kakorlantas juga menyampaikan akan memasifkan pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE (tilang elektronik) di berbagai wilayah, sekaligus memastikan pembayaran tilang secara digital melalui transfer bank. IMI mendukung penuh rencana tersebut,” tegasnya.

Photo : NTMC Polri

Ia pun mengatakan bahwa terobosan ini telah meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu, dengan tilang elektronik telah mengurangi risiko adanya oknum Kepolisian berbuat curang di lapangan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga menambahkan bahwa penerapan tilang elektronik juga memudahkan masyarakat. Pasalnya dalam pembayaran mereka cukup menyetorkan uangnya ke bank tanpa harus menghadapi proses di kejaksaan ataupun pengadilan.

“Per Januari 2022, setidaknya sudah terpasang 12.004 ETLE di 253 titik pada 12 Polda. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah. Dari hasil penerapan tilang elektronik sepanjang tahun 2021, Polri telah menerima pembayaran sebesar Rp 42,82 miliar yang kemudian disetorkan kepada negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” tambah Bamsoet.

Tilang elektronik memang boleh dikatakan menjadi salah satu terobosan yang paling mendapat respon positif dari berbagai pihak. Pasalnya dengan teknologi ini masyarakat menjadi merasa lebih diawasi selama 24 jam sehingga mengurungkan niatnya untuk melanggar aturan lalu lintas.

Photo : tilang elektronik hadir di Palembang

Kecurigaan terhadap adanya kecurangan pihak kepolisian pun dapat diatasi karena setiap pelanggaran terdapat bukti berupa foto. Demikian juga cara pembayaran kini disetorkan secara langsung kepada negara melalui bank.

Meski demikian, masih ada beberapa kendala dalam menerapkan tilang elektronik. Salah satunya adalah pelat nomor sulit terbaca akibat warna dasar hitam yang digunakan hingga saat ini.

Untuk itu pihak Kepolisian pun berinisiatif untuk mengubah warna dasar tersebut menjadi putih agar lebih mudah terbaca. Dengan demikian risiko terjadinya kesalahan membaca nomor pelat kendaraan bisa dikurangi.

Artikel Terkait