Bengkel Sahabat Daihatsu Jadi Tempat Lokasi Belajar Calon Teknisi

Bengkel Sahabat Daihatsu jadi tempat belajar para calon teknisi dari SMK binaaan yang hendak bekerja

Bengkel Sahabat Daihatsu Jadi Tempat Lokasi Belajar Calon Teknisi
Photo: Daihatsu
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 17 Desember 2021 | 16:00 WIB

TRENOTO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memiliki program menarik untuk meningkatkan pendidikan di dalam negeri. Salah satu program tersebut adalah mendirikan Bengkel Sahabat Daihatsu yang merupakan ajang untuk meningkatkan hard skill para guru dan murid SMK.

Selama ini perusahaan otomotif memang cukup rajin dalam menggelar Corporate Social Responsibility (CSR). Khusus di ADM, CSR mereka terbagi dalam 4 pilar yaitu Pintar, Sehat, Hijau, dan Sejahtera yang keempatnya sudah memiliki program andalan.

Pada pilar Pintar, Daihatsu salah satu program yang diimplementasikan yakni fokus dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) otomotif dengan poin pengembangan soft skill, hard skill serta pemenuhan fasilitas.

Photo : Daihatsu

Bengkel Sahabat Daihatsu adalah salah satu cara PT ADM meningkatkan kualitas hard skill dari para guru dan siswa SMK. Karena bengkel tersebut dibuat sedemikian rupa untuk menjadi tempat pembelajaran, sekaligus dapat menerima perawatan kendaraan secara umum. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan teknis sesuai standar Daihatsu.

Program ini pertama kali hadir pada 2011 dan hingga kini sudah ada 12 Bengkel Sahabat Daihatsu. Bengkel-bengkel tersebut menaungi 398 SMK Binaan Daihatsu yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Malang serta Sumatera.

“Kami berharap, program Bengkel Sahabat Daihatsu ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta kompetensi SMK otomotif di Indonesia, sekaligus dapat berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT ADM.

Photo : Daihatsu

Selain meningkatkan pendidikan masyarakat, kehadiran Bengkel Sahabat Daihatsu juga akan menguntungkan pabrikan asal Jepang ini. Pasalnya, mereka tidak akan mengalami kesulitan saat membutuhkan teknisi karena para siswa telah memiliki pengetahuan dan pengalaman dasar di bengkel.

Tak hanya itu, program ini membuat PT ADM menghemat waktu dalam pelatihan para teknisinya. Pasalnya, bagi mereka yang sudah mengambil kurikulum Daihatsu, maka siswa akan langsung menjadi teknisi level 1.

“Bagi siswa SMK binaan bila bekerja di Daihatsu akan langsung menjadi teknisi level 1. Sementara bagi SMK dari luar, maka mereka perlu training 1 tahun untuk bisa menjadi teknisi level 1,” pungkas Bambang Supriyadi.

Artikel Terkait