Ekspor Mobil CBU Indonesia Meningkat 39.7 Persen pada Juni 2022

Seiring dengan perbaikan industri, ekspor mobil CBU Indonesia meningkat cukup tinggi bila dibandingkan perolehan bulan lalu

Ekspor Mobil CBU Indonesia Meningkat 39.7 Persen pada Juni 2022
Photo: Honda

TRENOTO – Setelah mengalami penurunan pada Mei 2022, peningkatan ekspor mobil CBU (Completely Built-Up) kembali terjadi di Juni 2022. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kinerja ekspor mobil buatan dalam negeri mencapai 39.957 unit di bulan keenam tahun ini.

Pencapaian itu naik sekitar 39 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebanyak 26.405 unit. Peningkatan yang terjadi membuat total ekspor mobil CBU di semester I tahun ini mencapai 198.333 unit.

PT. Toyota Motor MFG Indonesia menjadi eksportir mobil CBU terbesar Indonesia sepanjang Juni 2022. Tercatat angka yang mampu ditorehkan mencapai 12.072 unit.

Photo : Toyota

Posisi kedua terdapat PT. Astra Daihatsu Motor alias Daihatsu. Mampu melakukan ekspor sebanyak 10.448 unit mobil CBU pada bulan lalu. Kemudian, PT Suzuki Indomobil Motor atau Suzuki berada di bawahnya dengan pengiriman mobil secara utuh sebanyak 4.541 unit. 

Kemudian, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia tercatat mengekspor sebanyak 7.248 unit mobil CBU. Ada pula PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dengan total ekspor mobil CBU sebanyak 4.043 unit. 

Berikut ekspor mobil CBU Indonesia per Juni 2022.

  • PT Toyota Motor MFG Indonesia (Toyota): 12.072 unit
  • PT Astra Daihatsu Motor (Daihatsu) : 10.448 unit
  • PT Suzuki Indomobil Motor (Suzuki): 4.541 unit
  • PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (Mitsubishi Motors): 7.248 unit
  • PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (Hyundai) 4.043 unit
  • PT Isuzu Astra Motot Indonesia (Isuzu): 684 unit
  • PT Honda Prospect Motor (Honda): 600 unit
  • PT Hinomotor Manufacturing Indonesia (Hino): 190 unit
  • PT Handal Indonesia Motor (Hyundai): 120 unit
  • PT Sokonindo Automobile (DFSK): 8 unit

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara resmi menjalin kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mendorong pertumbuhan otomotif Tanah Air. 

Photo : Daihatsu

“Kami sangat mengapresiasi kajian mendalam oleh JICA yang dibutuhkan oleh sektor otomotif,” ujar Taufiek Bawazier selaku Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin.

Taufiek menyebut, Kemenperin gandeng JICA melalui tiga pilot project yang akan dilakukan sebagai implementasi dari program kerja sama tersebut. Ketiganya adalah program matchinghub, program pendampingan R&D&D, serta program pengembangan strategi ekspor untuk industri otomotif Indonesia. 

“Riset dan kajian adalah modal yang penting bagi penyusunan kebijakan pengembangan industri otomotif. Kami sangat berterima kasih kepada JICA yang melaksanakan kajian-kajian untuk mengambil kebijakan yang terbaik,” ujarnya.

Artikel Terkait