Kelebihan dan Kekurangan Transmisi CVT

Mobil bertransmisi CVT saat ini semakin banyak digunakan karena lebih efisien, seperti disematkan pada Xpander dan Avanza

Kelebihan dan Kekurangan Transmisi CVT
Photo: 123RF

TRENOTO – Transmisi CVT belakangan ini menjadi perbincangan hangat karena banyak digunakan oleh pabrikan mobil. Sistem penggerak kendaraan yang mengandalkan sabuk baja memberikan keuntungan namun tetap ada kelemahannya.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi yang disematkan pada kendaraan semakin memudahkan penggunanya. Khususnya pada sektor mesin, konsumen dimanjakan dengan adanya teknologi transmisi otomatis.

Transmisi otomatis sendiri kini semakin diminati khususnya di kota-kota besar Tanah Air. Sistem penggerak kendaraan jenis tersebut di atas, membuat pengemudi tidak perlu lagi memindahkan gigi.

Pada jalanan yang padat bahkan kerap macet, sistem ini tentunya memudahkan pengguna kendaraan. Pengendara hanya perlu mengoperasikan pedal gas dan rem saja tanpa kopling.

Belakangan transmisi otomatis terus dikembangkan lebih jauh untuk memanjakan pengemudi. Setelah hadirnya sistem transmisi otomatis model AT atau konvensional yang masih mengandalkan gir, pabrikan mengembangkan CVT (Continious Variable transmission).

Pengertian CVT

Apa yang dimaksud transmisi CVT? Jika dilihat cara kerjanya, sistem ini memanfaatkan dua komponen utama yang dinamakan puli dan sabuk baja.

Lalu setiap puli akan didorong sistem pompa fluida sehingga tenaga yang disalurkan lebih sempurna. Sistem transmisi ini pada umumnya mengandalkan penggerak roda depan.

CVT tidak lagi membutuhkan girbok sehingga memangkas bobot mesin secara keseluruhan. Selain itu, mesin juga akan berfungsi lebih halus terutama saat berakselerasi.

Transmisi jenis ini membuat perjalanan terasa lebih halus tanpa adanya hentakan yang biasa terasa pada model konvensional. Perpindahan gigi juga bisa menyesuaikan dengan putaran mesin.

Artikel Terkait