Keunggulan Teknologi Baru UD Trucks, Awet Walau Pakai Solar B30

keunggulan teknologi Baru UD Trucks kembali dipamerkan di ajang GIIAS 2022 untuk memastikan masyarakat lebih mengenalinya

Keunggulan Teknologi Baru UD Trucks, Awet Walau Pakai Solar B30
Photo: trenoto

TRENOTO – GIIAS 2022 dimanfaatkan PT UD Astra Motor Indonesia (UD AMI) untuk memberi edukasi kepada pelanggan terkait produknya. Pasalnya, model-model mereka kini telah disematkan Selected Catalytic Reduction (SCR) yang menggunakan AdBlue®.

Penyematan teknologi dilakukan guna memenuhi aturan dari pemerintah yaitu memiliki emisi gas buang Euro 4. Oleh karena itu pabrikan kendaraan harus melakukan beberapa pengembangan agar dapat memenuhi aturan tersebut.

Ali Rachman, Head of Competence Development dari PT UD AMI mengatakan bahwa untuk memenuhi aturan maka kadar NOx harus dikurangi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan meski tidak menggunakan tenaga listrik.

Photo : TrenOto

“Caranya adalah menyemprotkan cairan urea (AdBlue®) ke gas buang dengan teknologi SCR. Atau bisa juga memasukkan kembali gas buang ke dalam mesin agar temperatur ruang bakar menurun yang selanjutnya akan menurunkan kadar NOx,” ungkapnya.

Namun yang dipilih oleh PT UD AMI adalah cara pertama karena dinilai paling efektif. Mesin bisa menjadi lebih bersih, awet, konsumsi BBM lebih efisien dan tidak sensitif terhadap kualitas bahan bakar solar kurang baik seperti solar B30 karena bersulfur tinggi.

Dapat Dukungan APROBI

Photo : Trenoto

Langkah PT UD AMI pun mendapat respon positif dari Paulus Tjakrawan, Wakil Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI). Menurutnya apa yang dilakukan oleh PT UD AMI sudah sangat baik untuk mendukung perkembangan bahan bakar ramah lingkungan.

“Kami mendukung dan aktif melakukan sosialisasi akan penggunaan biodiesel sebagai bagian dari energi baru. Terlebih penggunaan bahan bakar tersebut telah terbukti dapat menghemat subsisi hingga Rp60 triliun pada tahun lalu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya dengan pemerintah Indonesia tengah melakukan uji coba untuk solar B40. Pelaksanaannya pun dilakukan secara hati-hati agar ke depan bisa diterapkan.

“Saat ini kami serta pemerintah sedang melakukan uji coba B40 di beberapa lokasi. Rencananya uji coba akan dilakukan sejauh 50.000 km dan setiap 10.000 km mesin kendaraan akan diperiksa untuk memastikan apakah ada dampak negatif atau tidak,” tegasnya.

Ia pun menambahkan bila B40 berhasil diterapkan maka bukan tidak mungkin penghematan BBM di tahun berikutnya bisa lebih besar.

Artikel Terkait