Melejit, Harga Pertamax Diprediksi Tembus Rp16 Ribu

Harga Pertamax yang saat ini dipasarkan Pertamina terlalu murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN

Melejit, Harga Pertamax Diprediksi Tembus Rp16 Ribu
Photo: pertamina

TRENOTO – Harga bahan bakar jenis Pertamax yang ditawarkan Pertamina saat ini Rp9 ribu. Banderol ini jauh lebih murah daripada negara-negara lainnya di ASEAN.

Sementara harga minyak mentah dunia saat ini masih sangat tinggi di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi yang sama dengan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Menilik harga Pertamax saat ini bisa menjadi beban APBN, Pertamina dan sektor lainnya. Sehingga muncul usul untuk menaikkan harganya pada bulan depan.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi harga keekonomian bahan bakar minyak RON 92 jenis Pertamax bisa menembus Rp16 ribu per liter pada April 2022.

“Dengan mempertimbangkan harga minyak pada Maret yang jauh lebih tinggi dibandingkan Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 pada April 2022 akan lebih tinggi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16 ribu,” kata Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementrian ESDM, seperti dikutip Antara.

Photo : Pertamina

Disebutkan bahwa ICP Maret 2022 per tanggal 24 tercatat sebesar 114.55 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah seperti diketahui mengalami kenaikan imbas konflik Rusia dan Ukraina salah satunya. Pasokan minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu akibat kerusakan pipa Caspian Pipeline Consortium dan berdampak kurangnya pasokan ke Uni Eropa.

“ICP sementara Maret 2022 per tanggal 24 sebesar 114.55 dolar AS per barel, padahal tanggal 1 Maret sebesar 110.14 AS per barel. Bahkan ICP rata-rata Februari sebsar 95.7 dolar AS per barel, jadi masih tinggi trennya,” jelas Agung.

Lalu ia menyampaikan batas atas harga jual BBM jenis RON 92 pada Maret Rp14.526 per liter. Harga itu merupakan cerminan dari banderol keekonomian BBM RON 92.

Photo : pertamina

Lebih lanjut dikatakan harga tersebut merupakan formula harga dasar dalam perhitungan eceran BBM umum.

Dikatakan bahwa untuk menghitung harga keekonomian atau batas atas, mempertimbangkan realisasi dari bulan sebelumnya. Seperti disebutkan sebelumnya, harga ICP pada Februari masih lebih rendah dari Maret.

Sebagai pembanding, harga BBM non-subsidi di beberapa negara di ASEAN seperti Singapura Rp30.8 ribu per liter, Thailand Rp20.3 ribu per liter, Laos Rp23.3 ribu per liter dan Filipina Rp18.9 ribu perliter.

Artikel Terkait