Mengenal Rekayasa Lalu Lintas Contra Flow dan One Way

Rekayasa lalu lintas berupa Contra Flow dan One Way masih menjadi andalan untuk mengurai kepadatan yang terjadi saat arus mudik

Mengenal Rekayasa Lalu Lintas Contra Flow dan One Way
Photo: NTMC Polri

TRENOTO – Setelah dilarang pada 2020 dan 2021, masyarakat akhirnya dibolehkan kembali untuk melaksanakan tradisi mudik Lebaran. Hal ini karena jumlah Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun dan kebanyakan masyarakat sudah mendapatkan vaksin.

Tidak heran bila antusiame masyarakat untuk mudik kali ini terbilang tinggi. Bahkan berdasarkan studi yang dilakukan, diperkirakan akan terjadi peningkatan sekitar 40 persen bila dibandingkan dengan musim 2019.

Mobil pribadi pun menjadi moda transportasi terfavorit untuk digunakan pulang ke kampung halaman. Selain praktis, mobilitas pemudik di kampung halaman pun tetap terjaga karena tersedia kendaraan untuk digunakan.

Photo : Jasa Marga

Kondisi tersebut pun membuat sejumlah ruas jalan, khususnya jalan tol mengalami kepadatan. Bila dibiarkan bergitu saja, maka kemacetan panjang akan terjadi dan bukan tidak mungkin arus lalu lintas tidak bergerak.

Untuk itu pemerintah melakukan rekayasa lalu lintas di jalan tol berupa penerapan contraflow dan one way. Masing-masing skenario tersebut memiliki keunggulan masing-masing dan diyakini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.

Pengertian Contraflow

Contraflow adalah sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah sebagian arah arus kendaraan di jalan. Sebagai contoh, jalan menunju ke arah timur mengalami kepadatan smeentara jalur ke arah barat masih lengang.

Photo : TMC Polda Metro Jaya

Berkat diskresi dari kepolisian maka sebagian jalur ke arah barat bisa ditutup untuk digunakan oleh kendaraan menuju timur. Dengan demikian kepadatan akan berkurang namun mobil menuju barat masih bisa menikmati rute awal.

Pengertian One Way

Sementara itu one way adalah sebuah sistem satu arah yang akan diberlakukan ketika kepadatan lalu lintas dinilai sudah terlalu parah. Bila di tol biasanya arus lalu lintas terbagi 2 ke arah timur dan barat, maka dengan one way arah jalan hanya ke arah timur atau barat saja.

Nantinya, kendaraan yang menuju ke arah sebaliknya akan dialihkan ke arteri. Dengan demikian kepadatan lalu lintas di jalan tol bisa berkurang bila dibandingkan sebelumnya.

Tak hanya itu, Kepolisian juga menerapkan aturan ganjil genap untuk musim mudik Lebaran 2022. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban jalan tol khususnya di Trans Jawa yang tentunya sedang mengalami kepadatan tinggi.

Artikel Terkait