Mobil Listrik Konsep Pekerja Keras Mejeng di PEVS 2022

Mobil listrik konsep buatan anak bangsa mendapat tempat tersendiri di PEVS 2022 yang diselenggarakan di JIExpo

Mobil Listrik Konsep Pekerja Keras Mejeng di PEVS 2022
Photo: Trenoto

TRENOTO – Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 tidak hanya menjadi ajang pamer mobil listrik dari negara lain. Pasalnya dalam acara yang diselenggarakan pada 22 hingga 31 Juli 2022 tersebut juga diikuti oleh beberapa perusahaan lokal.

Salah satunya adalah PT Haka Motors yang menampilkan beberapa mobil listrik konsep. Mereka menegaskan bahwa mobil konsep buatan mereka adalah hasil rancangan lokal dan masih terus dikembangkan.

Dalam PEVS 2022, mereka menampilkan 3 kendaraan konsep mereka yaitu Trolis, Erolis dan Smuth EV. Ketiganya diklaim memiliki keunggulan serta pasarnya masing-masing.

“Ketiganya masih konsep dan harapannya akan diproduksi bila memang sudah banyak permintaan,” ungkap Karianto Saragih, Electrical Specialist PT Haka Motors di sela-sela acara.

Photo : Trenoto

Model pertama yang dibawa adalah Trolis. Guna mengakomodir kebutuhan, kendaraan roda tiga ini memiliki dimensi tinggi 2.380 mm, lebar 1110 mm, tinggi 1.540 mm serta berat mencapai 350 Kg.

Trolis dilengkapi oleh baterai berkapasitas 7.6 kWh serta motor listrik berkekuatan 2.6 hp. Dengan ini maka kendaraan mampu berakselerasi hingga kecepatan 50 km per jam sementara jarak tempuh mencapai 150 Km.

“Untuk mengisi daya hingga penuh diperlukan waktu sekitar 4 jam dan harganya sekitar Rp60 jutaan,” ungkapnya.

Baca juga : Spesifikasi Wuling Air ev, Bisa Buka Pintu Pakai HP

Berikutnya adalah Erolis, sebuah mobil listrik berukuran compact. PT Haka Motors membekalinya dengan dimensi panjang 2.800 mm, lebar 1.280 mm, tinggu 1.555mm dan berat 450 Kg.

Kapasitas baterai dari Erolis adalah 7.6 kWh kemudian dikawinkan dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 5.3 hp serta mencapai kecepatan maksimal 60 km per jam.

“Pengisian daya baterai adalah 4 jam sementara harganya sekitar Rp85 juta hingga Rp95 juta,”tambah Karianto.

Kendaraan konsep terakhir mereka adalah Smuth EV. Mobil yang diharapkan bisa menjadi pilihan alternatif masyarakat pedesaan ini memiliki panjang 3.640 mm. lebar 1.370 mm dan tinggi 1.500 mm.

Photo : Trenoto

Mobil pick up ini dibekali baterai berkapasitas 15.4 kWh dan disandingkan dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 10 hp. Berkat kombinasi tersebut, kecepatannya bisa mencapai 70 Km per jam serta menempuh jarak 175 Km.

“Smuth EV cocok untuk digunakan di pedesaan karena pick up, jadi bisa untuk mengangkut barang,” tegas Karianto.

Sayangnya ketiganya masih belum diproduksi secara massal karena masih harus terus dikembangkan. Kehadirannya di PEVS 2022 diharapkan bisa membuat mereka dikenal oleh masyarakat luas.

Artikel Terkait