Mobil Listrik Tesla Kembali Terbakar, Diduga Baterai Bermasalah

Mobil listrik Tesla Model S P100D dilaporkan terbakar di service center dan api diduga berasal dari baterai

Mobil Listrik Tesla Kembali Terbakar, Diduga Baterai Bermasalah
Photo: Facebook City of Marietta, GA., Coverment

TRENOTO – Mobil listrik Tesla lagi-lagi dilaporkan terbakar. Kali ini menimpa Tesla Model S P100D yang hangus dilalap api di service center mereka di Marietta, Georgia.

Keterangan singkat mengenai kasus ini diposting oleh akun Facebook City of Marietta. Dan dari gambar-gambarnya, kemungkinan besar api berasal dari baterai kemudian mengakibatkan kerusakan yang terkonsentrasi pada sekitar kabin terutama sisi pengemudi (kiri).

Petugas pemadam sendiri dilaporkan datang ke tempat kejadian cukup cepat. Dan menariknya, mereka disebut harus berfikir out of the box atau boleh dibilang di luar kebiasaan agar bisa memadamkan api.

Petugas mencoba beradaptasi dan coba mengatur strategi juga untuk bisa benar-benar memadamkan api. Mereka mencoba memaksimalkan pengetahuan untuk bisa mengendalikan api dari sebuah mobil dengan teknologi modern.

Ini tentu terkait dengan masih minimnya pengetahun para petugas pemadam kebakaran di Amerika Serikat seperti yang TrenOto beritakan sebelumnya. Praktis baru sebagian kecil petugas pemadam yang dibekali dengan pengetahuan untuk memadamkan api jika sebuah mobil listrik terbakar.

Namun demikian, dengan cara apapun, kebakaran pada Tesla Model S P100D bisa dipadamkan. Tampak petugas berhasil mengangkat mobil listrik ini ke balok kayu sehingga mereka mendapatkan ruang cukup baik untuk mengarahkan aliran air bertekanan tinggi ke bagian baterai. 

Untuk diketahui, kejadian atau insiden baterai mobil listrik yang menjadi penyebab kebakaran atau kehilangan daya cukup sering terjadi di Amerika. Bukan hanya menimpa model-model mobil listrik buatan Tesla, Chevrolet Bolt, Porsche Taycan, Ford Mustang Mach-E, Ford Kuga PHEV hingga Hyundai Kona EV juga mengalaminya. Bahkan karena masalah ini, sebagian besar pabrikan terpaksa melakukan recall untuk memperbaikinya secara masal.

Khusus untuk Tesla, pabrikan mobil listrik milik Elon Musk ini dilaporkan harus membayar denda $ 163 juta atau sekitar Rp 2.3 triliun karena masalah baterai. Dalam kasus ini Tesla menolak untuk mengganti baterai dalam masa garansi karena sudah kehilangan lebih dari setengah dayanya dalam waktu hanya 6 tahun.

Artikel Terkait