Mulai Serius, Chery Bakal Investasi Rp14 Triliun di Indonesia

Chery bakal investasi USD 1 miliar di Indonesia, kapasitas produksi diperkirakan mencapai 200 ribu unit kendaraan

Mulai Serius, Chery Bakal Investasi Rp14 Triliun di Indonesia
Photo: Antara

TRENOTO – Rencana investasi siap dilakukan perusahaan otomotif Chery International di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pabrikan otomotif asal China tersebut siap menggelontorkan dana hingga USD 1 miliar atau setara dengan Rp14.81 triliun.

Investasi yang digelontorkan Chery meliputi aktivitas produksi dan manufaktur di Indonesia dengan perkiraan kapasitas mencapai 200 ribu unit kendaraan. Kabar Chery bakal investasi di Indonesia menjadi angin segar untuk semakin meramaikan pasar otomotif di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Charlie Zhang selaku Executive Vice President Chery International kepada pemerintah Indonesia melalui Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Retno Marsudi sebagai Investasi dan Menteri Luar Negeri saat kunjungan hari pertama Presiden Joko Widodo ke Beijing, China. 

“Untuk mencapai target produksi dan manufaktur 200.000 kendaraan, investasi Chery di Indonesia akan dilakukan dalam empat tahap,” kata Zhang melalui siaran pers yang diterima di Jakarta.

Photo : Trenoto



Dalam keterangan resminya, Ia menjelaskan bahwa investasi tahap awal akan dimulai pada tahun ini. Rencananya dana sebesar USD 40 juta atau Rp592.6 miliar diproyeksikan untuk mencapai jumlah produksi 20.000 unit per tahunnya.

Kemudian pada 2028, Chery akan menggenapkan investasi hingga mendekati USD 1 miliar sehingga dapat mengoptimalkan jumlah produksi kendaraan.

“Jumlah produksi kendaraan Chery di Indonesia juga akan berdampak kepada pembukaan lapangan pekerjaan pada sektor hulu dan hilir sebanyak 20.000 orang,” imbuh Zhang.

Pada pertemuan tersebut, Zhang juga menyampaikan rencana investasi Chery di Indonesia untuk pengembangan kendaraan listrik. Menurutnya, Indonesia memiliki peran dalam pengembangan industri kendaraan energi terbarukan karena memiliki cadangan nikel tertinggi di dunia.

Photo : Autoindustriya



Perusahaan otomotif itu mengatakan, produk Chery di pasar Indonesia pada masa mendatang akan didominasi oleh model-model pure electric dan plug-in hybrid. Secara total terdapat sembilan model kendaraan untuk pasar Tanah Air.

Zhang juga menegaskan, pasar Asia Tenggara akan menjadi komponen penting dalam proses internasionalisasi Chery, tak terkecuali Indonesia. 

“Dengan tata letak investasi di Indonesia, Chery mengharapkan dapat meningkatkan volume penjualan tahunan menjadi 2.000.000 di pasar luar negeri pada tahun 2030,” kata Zhang.

Menurut catatan Chery, terdapat peningkatan pertumbuhan tahunan yang tinggi di tengah kecenderungan penurunan industri otomotif pada paruh pertama tahun ini. Chery mencatat pertumbuhan sebesar 12 persen dengan volume penjualan 475.000 unit kendaraan, termasuk penjualan ekspor mobil penumpang sebanyak 148.000 unit atau naik 36 persen YoY.

Saat ini Chery telah menjangkau lebih dari 80 negara dan wilayah di seluruh dunia, dengan volume penjualan global kumulatif lebih dari 10.000.000 unit, termasuk penyelesaian 10 pabrik CKD dan 1.500 outlet penjualan dan layanan di pasar luar negeri.

Artikel Terkait