Penjualan Honda Tanpa PPnBM DTP Merosot 50 Persen

Penjualan Honda mengalami penurunan hingga 50 persen setelah program PPnBM DTP dihentikan Pemerintah awal 2022

Penjualan Honda Tanpa PPnBM DTP Merosot 50 Persen
Photo: Honda Indonesia

TRENOTO – PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat adanya penurunan pemesanan kendaraan di awal 2022. Hal ini disebabkan oleh aturan PPnBM yang telah habis masa berlakunya pada 31 Desember 2021.

Seperti diketahui bahwa HPM merupakan salah satu pabrikan mobil yang menerima relaksasi PPnBM 100 persen dari Pemerintah. Namun pada Januari 2022, penjualan Honda mengalami masalah karena beberapa produk mereka mengalami kenaikan harga.

"Saat ini kami masih menunggu keputusan Pemerintah mengenai PPnBM. Yang pasti kami akan mengikuti aturan dari Pemerintah ke depannya bagaimana," ucap Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM kepada awak media di Cirebon, Jawa Barat (11/01/2022).

Photo : Honda Indonesia

Menurutnya dengan adanya kenaikan harga beberapa produknya terkait relaksasi PPnBM yang telah habis masa berlakunya, terjadi koreksi jumlah pemesanan.

"Jumlah pesanan (spk) turun 50 persen dengan harga baru ini. Maka kami harapkan Pemerintah bisa segera memberikan keputusan," jelasnya.

Harga mobil Honda 2022 Tanpa PPnBM

Photo : Honda Indonesia

Harga mobil Honda mulai Januari 2022 mengalami kenaikan dengan jumlah beragam. Khususnya model yang mendapat keringanan PPnBM DPT. Tercatat bahkan kenaikan mencapai Rp60 jutaan.

Honda Brio RS

  • Harga lama Rp181.3 juta sampai Rp201.7 juta.
  • Harga baru Rp206.9 juta sampai Rp230.9 juta.

Honda City Hatchback RS

  • Harga lama Rp292 juta hingga Rp302 juta.
  • Harga baru Rp330.9 juta hingga Rp340.9 juta.

Honda HR-V 1.5

  • Harga lama Rp291.2 juta sampai Rp341.1 juta
  • Harga baru Rp340.9 juta hingga Rp398.9 juta.

Sementara untuk Honda Mobilio tidak mengalami kenaikan harga alias tetap.

PPnBM DTP saat ini dikatakan masih digodok Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Disebutkan bahwa mobil rakyat (harga di bawah Rp250 juta diusulkan untuk PPnBM nol persen selamanya.

Selain itu mobil yang berhak menerima PPnBM nol persen, harus memenuhi kandungan lokal sebanyak 80 persen dan menggunakan mesin 1.500 cc.

Diskon PPnBM terbukti mampu memberikan dampak positif pada industri otomotif nasional. Lebih jauh industri pendukung juga merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut di atas.

Tingkat kandungan lokal yang tinggi, juga menujukkan bahwa produksi kendaraan mampu mendukung industri komponen dalam negeri.

Artikel Terkait