Perhatikan Hal Ini sebelum Perjalanan Jauh Pakai Mobil Listrik
04 April 2025, 12:00 WIB
Pengamat otomotif memprediksi kalau penjualan mobil listrik bakal lebih meningkat pada semester dua 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia memang belum membuahkan hasil maksimal. Pada semester satu banyak hal yang menghalangi sektor industri kendaraan roda empat.
Mulai dari pengetatan kredit di awal tahun, pemilihan presiden sampai banyaknya libur. Membuat masyarakat menahan daya beli.
Namun di semester dua ini penjualan mobil diprediksi kembali bergairah. Apalagi untuk model BEV (Battery Electric Vehicle).
“Tren otomotif di semester dua ini tampaknya sedikit naik. Didominasi oleh peningkatan minat konsumen terhadap mobil listrik,” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Selasa (13/8).
Menurutnya hal tersebut terjadi karena ada sejumlah faktor pendorong. Seperti kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) non subsidi di awal Agustus 2024.
Kemudian semakin kuatnya dukungan pemerintah terhadap kendaraan roda empat setrum. Sehingga konsumen lebih tertarik menggunakan mobil listrik.
“Lalu persaingan di pasar semakin ketat oleh kemunculan banyak mobil listrik baru dengan harga terjangkau,” Yannes menambahkan.
Dia menuturkan kalau keputusan pemerintah membatalkan subsidi mobil hybrid serta rencana kenaikan pajak produk satu ini turut menjadi faktor pendukung.
Pasalnya kemungkinan besar harga produk hybrid bakal meroket. Jadi masyarakat lebih tertarik memboyong kendaraan lain.
“Diprediksi mereka cenderung memilih ke mobil listrik Low Cost (murah),” tegas Yannes.
Pengamat tersebut mewanti-wanti para produsen yang tak menjual BEV untuk banyak melakukan inovasi. Hal ini demi menggaet konsumen lebih besar lagi di Tanah Air.
Memang jika melihat data milik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik di semester satu cukup positif.
Sepanjang Januari sampai Juni 2024 terdapat 11.940 unit terdistribusi dari pabrik ke diler alias Wholesales. Jumlah itu meroket 104,13 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebab di 2023, penjualan mobil listrik hanya sebanyak 5.849 unit saja. Artinya minat masyarakat terhadap kendaraan ini tumbuh cukup tinggi.
Ditambah ada subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya. Bantuan tersebut berupa PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sebesar 10 persen.
Sehingga masyarakat yang ingin membeli kendaraan setrum cukup membayar PPN satu persen saja. Membuat banderol BEV semakin terjangkau.
Sebagai informasi, terdapat beberapa produk yang telah menerima insentif PPN DTP. Mulai dari Wuling Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Hyundai Ioniq 5, Neta V-II, MG 4 EV, MG ZS EV sampai Chery Omoda E5.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 April 2025, 12:00 WIB
04 April 2025, 06:00 WIB
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
Terkini
06 April 2025, 13:06 WIB
Meminimalisir antrean selama arus balik, ada pembatasan waktu istirahat di rest area pada setiap ruas jalan tol
06 April 2025, 11:00 WIB
PT JTT mencatat ada sejumlah waktu favorit masyarakat untuk pulang ke rumah pada arus balik Lebaran 2025
06 April 2025, 09:00 WIB
Puncak arus balik diprediksi segera terjadi, ada 918 ribu kendaraan sudah mulai kembali ke Jabotabek
06 April 2025, 07:00 WIB
Polda Metro Jaya utamakan mobil dari arah Cikampek untuk hindari kepadatan di sejumlah ruas jalan tol
05 April 2025, 18:00 WIB
Joint venture Wuyang dengan Honda tengah menyiapkan motor listrik baru, tampil unik bergaya cafe racer
05 April 2025, 16:07 WIB
Terdapat sejumlah dampak ke industri motor listrik Indonesia setelah Donald Trump mengeluarkan kebijakan baru
05 April 2025, 11:03 WIB
Mempermudah dan menarik minat konsumen servis di bengkel resmi, Piaggio siapkan program buat pengguna Vespa
05 April 2025, 08:00 WIB
Kepolisian minta pemudik hindari jalur alternatif dari Garut ke Bandung karena dinilai cukup berbahaya