Peran Pabrikan dalam Menangani Kasus Mobil Listrik yang Terbakar

Pabrikan mobil yang membuat mobil listrik punya peran sentral untuk mengatasi mobil listrik yang terbakar

Peran Pabrikan dalam Menangani Kasus Mobil Listrik yang Terbakar
Photo:

TRENOTO – Seperti TrenOto beritakan sebelumnya mengenai masih gagapnya petugas pemadam kebakaran di Amerika Serikat saat berhadapan dengan kasus mobil listrik terbakar, lalu kemudian banyak yang bertanya peran dari pabrikan pembuatnya.

Sampai saat ini U.S Fire Administration (USFA) atau satuan pemadam kebakaran Amerika Serikat dikabarkan masih terus melakukan pelatihan kepada seluruh anggotanya. Dan kabarnya lagi, banyak di antara para petugas yang belum mendapatkan pelatihan resmi mencoba mencari informasi terutama dari website-website resmi pabrikan mobil.

Beberapa pabrikan mobil memang telah memberikan panduan tanggap darurat menghadapi situasi tersebut yang dirancang untuk membantu petugas. Salah satu yang paling krusial adalah membantu petugas pemadam untuk mengidentifikasi posisi baterai pada mobil listrik.

NFPA (National Fire Protection Association), organisasi internasional yang ditunjuk untuk meminimalisir bahaya dari kebakaran pernah mengumpulkan semua panduan dari pabrikan-pabrikan mobil melalui website. Menurut NFPA, informasi yang bisa diakses petugas kadang membingungkan atau tidak sesuai dengan kebutuhan seperti kejadian sesungguhnya di lapangan.

Disebutkan bahwa petunjuk dari pabrikan mobil hanya garis besarnya saja, sebatas cara mengatasi baterai lithium-ion tegangan tinggi yang terbakar. Tidak ada detail khusus mobil listrik, termasuk posisi baterai secara spesifik agar memudahkan petugas melakukan pemadaman.

Menurut NFPA, tak ada satu pun pabrikan mobil listrik memberikan instruksi khusus untuk meminimalisir bahaya baterai lithium-ion yang bisa menyala kembali setelah padam.

Sementara menurut catatan NTSB (The National Transportation Safety Board), baru ada 2 pabrikan yang memberikan instruksi khusus bagaimana cara mengatasi kebakaran baterai bertegangan tinggi. Yang menarik informasinya gampang dimengerti karena lengkap dengan petunjuk menurut masing-masing model mobil listriknya.

Subaru menjadi pabrikan pertama yang memberikan rekomendasi untuk tidak membanjiri baterai dengan air. Mereka lebih merekomendasikan agar petugas membiarkan baterai hingga mati sendiri. Pabrikan satunya adalah Hyundai yang merekomendasikan untuk memantau baterai terbakar dengan menggunakan kamera termal. 

Tom Barth, penyidik NTSB kepada Spotlight on America mengatakan bahwa benar-benar hanya sedikit petunjuk tentang penggunaan air dalam merespon mobil listrik yang terbakar. Belum jelas informasi mengenai kapan petugas harus terus menyiram air atau malah menghentikannya.

Diketahui, saat terbakar suhu pada mobil listrik bisa mencapai 2.760 derajat celcius. Dan jika disiram air tidak sesuai prosedur, apalagi saat molekul air yang terpisah menjadi gas hidrogen serta oksigen, dipastikan sewaktu-waktu akan menimbulkan ledakan besar.

"Jika tidak dilakukan dengan cara paling efektif dan benar, pada akhirnya kita semua bisa mengalami beberapa tragedi besar. Itulah mengapa sangat penting bagi petugas pemadam mengetahui cara paling tepat untuk beraksi memadamkan mobil listrik yang terbakar," kata Tom pada Spotlight on America.

Artikel Terkait