Shell Eco-marathon 2022 akan Diselenggarakan di Indonesia

Untuk pertama kalinya Shell Eco-marathon 2022 akan diselenggarakan di Indonesia dan menggunakan sirkuit Mandalika

Shell Eco-marathon 2022 akan Diselenggarakan di Indonesia
Photo: Trenoto
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 06 September 2022 | 16:34 WIB

TRENOTO – Untuk pertama kalinya, Shell Eco-marathon 2022 akan diselenggarakan di Indonesia. Kali ini Shell mengajak tim mahasiswa di Asia untuk berkompetisi menggunakan kendaraan hemat energi mereka di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 11 - 15 Oktober 2022 mendatang.

Sama seperti seri-seri sebelumnya, Shell Eco-marathon diharapkan bisa menjawab tantangan energi di masa depan. Pasalnya, masyarakat akan lebih mengedepankan efisiensi bahan bakar.

“Kompetisi ini akan menjadi ajang yang mendorong generasi muda untuk berinovasi serta berpartisipasi dalam mencari solusi atas tantangan energi,” ungkap Ingrid Siburian, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia.

Photo : Trenoto

Kompetisi Shell Eco-marathon pertama kali diselenggarakan di Perancis pada 1985. Sementara itu untuk kawasan Asia penyelenggaraan pertama dilakukan pada 2010.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan Shell Eco-marathon di Asia, tim Indonesia telah berhasil mencatatkan banyak pencapaian besar. Salah satunya melalui tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang meraih banyak penghargaan.

Sejarah manis tersebut tentunya akan menjadi motivasi tersendiri khususnya untuk mahasiswa Indonesia. Pasalnya mereka bertanding sebagai tuan rumah sehingga seharusnya menjadi keuntungan tersendiri.

“Kehadiran Shell Eco-marathon akan menjadi catatan penting untuk sejarah perjalanan sirkuit ini. Kami bersiap untuk menyuguhkan pengalaman yang memukau bagi semua peserta dari berbagai belahan dunia,” Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Photo : Trenoto

Saat ini, sebanyak 78 tim mahasiswa yang berasal dari 13 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah telah terdaftar untuk berkompetisi. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Korea Selatan, Arab Saudi, India, Pakistan, Kazakhstan hingga Nepal.

Ada 2 kategori yang dipertandingkan yaitu Urban Concept dan Prototype. Peserta akan menciptakan kendaraan khusus agar dapat menempuh jarak terjauh dengan konsumsi sumber energi paling sedikit.

Adapun sumber energi atau bahan bakar yang digunakan juga bervariasi yakni baterai listrik, hydrogen fuel-cell, bensin, etanol dan atau diesel. Dari kompetisi ini juga diharapkan dapat ditemukan teknologi baru serta dapat diterapkan pada kendaraan masa depan.

Artikel Terkait