Strategi Daihatsu Cegah Inden Imbas Cip Semikonduktor

Mengalami krisis cip semikonduktor, strategi Daihatsu cegah inden panjang yang merugikan konsumen cukup efektif

Strategi Daihatsu Cegah Inden Imbas Cip Semikonduktor
Photo: ADM

TRENOTO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui pihaknya ikut terimbas kelangkaan cip semikonduktor. Hal ini serupa dengan pabrikan mobil lainnya yang juga kesulitan melakukan produksi kendaraan.

Namun untuk mencegah inden panjang dari konsumen, setidaknya terdapat dua strategi Daihatsu cegah inden yang diterapkan. Langkah tersebut dikatakan oleh Hendrayadi Lastiyoso selaku Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation AI-DSO.

“Sebenarnya dari sisi produksi kami melakukan balancing terhadap demand. Mana yang lebih banyak (permintaannya), kami produksi lebih banyak,” katanya di Baubau, Sulawesi Tenggara (21/09).

Photo : ADM

Selain melakukan pemetaan produksi kendaraan, Daihatsu juga dikatakan memiliki multi source untuk mendapatkan cip semikonduktor. Hal inilah yang kemudian menjadi solusi mengatasi kelangkaan komponen.

Daihatsu Sigra merupakan unit paling laris belakangan. Kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) 7 penumpang ini terjual sebanyak 4.374 unit secara whole sales (dari pabrik ke diler) pada Agustus 2022.

Unit yang masuk ke dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) mendapat prioritas dari ADM. Selain Sigra, Gran Max pikap juga diutamakan produksinya karena merupakan model kedua terlaris Daihatsu Indonesia.

Baca juga : Penjualan Daihatsu Hingga Agustus Capai 123 Ribu, Sigra Tertinggi

Dengan adanya balancing yang dilakukan ADM pada model-model unggulan mereka, inden dari konsumen diyakini bisa teratasi secara baik. Meskipun masih harus menunggu unitnya diantar ke rumah, namun jangka waktunya dianggap masih normal.

“Inden memang ada tapi tidak terlalu lama. Paling lama kinsumen harus menunggu paling lama hingga 2 bulan tapi ini bukan menjadi isu besar,” jelasnya kemudian.

Lebih lanjut disebutkan bahwa merek mobil lain mengalami kesulitan produksi, sehingga calon pembelinya harus menunggu hingga enam bulan lamanya.

Photo : Daihatsu

Lamanya waktu inden memang menjadi isu besar bagi dunia otomotif. Tidak hanya menimpa para pabrikan mobil, namun produsen sepeda motor juga harus tertahan produksinya karena kelangkaan cip semikonduktor.

Daihatsu Indonesia sendiri juga melakukan berbagai program promosi untuk menggaet minat masyarakat. Salah satu yang menjadi andalannya adalah paket kredit yang menggiurkan.

Hal ini dilakukan karena mayoritas pelanggan Daihatsu di Tanah Air melakukan pembelian secara kredit.

Artikel Terkait