Survey Toyota, 66 Persen Masyarakat Salah Kaprah Mobil Listrik

Hasil survey Toyota menyebutkan masih banyak orang yang salah kaprah mobil listrik sehingga perlu edukasi lebih

Survey Toyota, 66 Persen Masyarakat Salah Kaprah Mobil Listrik
Photo: Trenoto

TRENOTO – Mobil listrik boleh dikatakan semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di GIIAS 2021, sejumlah brand pun menampilkan beragam mobil listrik baik itu yang sudah dijual maupun masih merupakan konsep.

Tujuannya sederhana yaitu menunjukkan seperti apa itu mobil listrik dan bagaimana cara kerjanya. Selain itu, tujuan lainnya adalah menjual mobil listrik tersebut pada masyarakat dengan beragam penawaran menarik.

Namun produsen kendaraan di seluruh dunia tampaknya harus melakukan edukasi tambahan kepada masyarakat tentang mobil listrik murni. Hal ini karena berdasarkan studi bertajuk BEV Awareness Survey yang dilakukan Toyota, 66 persen koresponden menganggap bahwa mobil listrik murni masih menggunakan mesin bensin.

Padahal, mobil listrik murni tidak menggunakan menggunakan bensin sama sekali. Mobil tersebut memanfaatkan daya yang tersimpan di baterai lalu mengandalkan motor listrik untuk bisa bergerak. Pemilik mobil pun cukup memanfaatkan listrik yang ada di rumah untuk mengisi daya ke baterai tersebut.

Photo : Istimewa

Banyaknya orang tidak paham akan konsep ini tentunya sangat disayangkan. Terlebih, pada 2019 Toyota pernah melakukan studi serupa dengan pertanyaan yang sama. Ketika itu, 66 persen dari koresponden pun menjawab bahwa mobil listrik murni masih menggunakan mesin bensin.

Ketidaktahuan tersebut tentu sangat unik karena 70 persen dari koresponden mengaku ingin membeli mobil listrik di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa mobil listrik sebenarnya sudah mulai diterima oleh masyarakat sebagai kendaraan masa depan.

Dari studi tersebut juga diketahui bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan antara mobil listrik murni dengan hybrid. Pasalnya, masih ada 75 persen koresponden yang mengira bahwa mobil hybrid harus dilakukan penambahan daya sebelum bisa digunakan.

“Toyota berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang perbedaan mobil listrik, hybrid hingga plug-in hybrid. Diler memainkan peranan penting untuk mengedukasi masyarakat melalui video pendidikan,” dikutip dari Carscoops.

Toyota di Indonesia masih bermain dengan mobil hybrid. Manufaktur asal Jepang ini belum menyentuh mobil hybrid plug-in apalagi listrik murni. 

Mobil hybrid Toyota yang dipasarkan di Tanah Air meliputi Corolla Cross, Altis, Camry, dan C-HR. Adapun populasi keempat mobil tersebut belum terlalu banyak, bahkan Alphard hybrid yang semula ditawarkan kini hilang dari laman resminya.

Artikel Terkait