Suzuki Ertiga Hybrid Banyak Dipesan, Stok Aman

Suzuki Ertiga hybrid banyak dipesan, pembeli tidak usah khawatirkan stok karena sudah diproduksi sebelum diluncurkan

Suzuki Ertiga Hybrid Banyak Dipesan, Stok Aman
Photo: trenoto

TRENOTO – Kehadiran low MPV Suzuki dengan teknologi sedikit lebih advance dari sebelumnya rupanya mendapat respon positif dari pasar otomotif Indonesia. PT Suzuki Indonesia Sales (SIS) menyatakan bahwa Suzuki Ertiga Hybrid banyak dipesan.

Donny Saputra, Direktur Marketing 4W PT SIS menyatakan setelah diluncurkan mulai 10 Juni 2022 di Jakarta dan dilanjutkan ke 35 kota di Indonesia konsumen sangat antusias terhadap produk baru mereka. Terlihat dari banyaknya antrean saat test drive di beberapa daerah demikian juga jumlah pemesanan.

"Bahkan di beberapa kota antrean test drive sampai panjang, seperti di Surabaya, Bali dan Semarang test drivenya sampai 100-200 orang pada saat event dalam sehari," jelas Donny.

Ia juga menjelaskan bahwa dari total SPK Suzuki Ertiga mayoritas untuk varian hybrid. Dan jumlah stok sudah bisa bisa diantisipasi.

Photo : trenoto

"Total SPK Suzuki Ertiga sampai 15 Juni 2020 mencapai 1.297 unit dan 70 persen untuk varian hybrid dengan jumlah 914 unit. Untuk jumlah unit yang dikirim ke diler sudah mencapai 1.500-2.000 unit di Mei. Stok relatif aman karena produksi sudah dilakukan sejak April sehingga saat dirilis semua jaringan pemasaran sudah memiliki unit," ungkap Donny di sela-sela acara media test drive di Malang, Jawa Timur, Senin 20 Juni 2022.

Untuk diketahui, PT SIS juga masih memproduksi Suzuki Ertiga non hybrid lewat varian GL dan GA. Keduanya disiapkan bagi calon konsumen yang benar-benar entry level seperti GA kebanyakan untuk pasar fleet sementara GL kebanyakan first car buyer. 

Lainnya, Suzuki Ertiga Hybrid saat ini memberikan warna baru bagi pasar otomotif nasional. Selain menjadi satu-satunya low MPV berteknologi elektrifikasi, andalan terbaru PT SIS ini juga merupakan mobil hybrid termurah di Indonesia.

Setidaknya ada 3 faktor utama yang membuat mobil hybrid ini berharga kompetitif. Mulai dari konten lokal tinggi, TKDN termasuk lokal purchase diklaim PT SIS mencapai 80 persen.

Kemudian masuk dalam kategori kendaraan beremisi karbon rendah (LCEV) yang disusul faktor ketiga membuatnya mendapat insentif pajak emisi 2 persen. Artinya jika mobil konvensional harus membayar pajak 15 persen, Suzuki Ertiga Hybrid hanya 13 persen.

Suzuki Ertiga Hybrid saat ini dibanderol mulai Rp 270.3 juta hingga varian tertinggi Rp 292.3 juta.

Artikel Terkait