Konversi Kendaraan BBM ke Listrik, Kemenhub Upayakan Bantuan

Sejalan dengan program pemerintah, Kemenhub upayakan bantuan konversi kendaraan BBM ke listrik agar lebih murah

Konversi Kendaraan BBM ke Listrik, Kemenhub Upayakan Bantuan
Photo: Kementerian ESDM

TRENOTO –  Mempercepat penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengupayakan pemberian subsidi terhadap biaya konversi kendaraan BBM ke listrik.

“Kami bersama Kementerian atau Lembaga dan unsur terkait, tengah berdiskusi mengupayakan ada subsidi untuk melakukan konversi dari kendaraan BBM ke listrik. Khususnya untuk sepeda motor,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta.

Photo : 123rf

Kemenhub juga telah menerbitkan sejumlah regulasi. Berlaku untuk sepeda motor, Peraturan Menhub Nomor 65 tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar atau BBM menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Kedua, untuk kendaraan selain sepeda motor seperti mobil, bus dan kendaraan lainnya yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel, telah terbit Peraturan Menhub Nomor Nomor 15 tahun 2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Menhub juga menyebut bila subsidi konversi dapat dilakukan dari pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM. 

“Dari pemerintah daerah (pemda) juga bisa menginisiasi untuk mengalihkan anggaran yang kurang produktif, agar dialihkan untuk memberikan subsidi biaya konversi ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Saat ini, biaya konversi sepeda motor BBM ke listrik masih cukup tinggi yaitu sekitar Rp15 juta. Namun demikian, permintaan kian meningkat dan bengkel-bengkel yang mampu melayani juga semakin meningkat.

Harapannya, harganya akan semakin kompetitif.
Upaya lainnya yang dilakukan kemenhub ialah menerapkan biaya uji tipe yang lebih murah untuk kendaraan listrik dibandingkan konvensional. Misalnya, untuk biaya uji tipe sepeda motor listrik sebesar Rp4.5 juta, dibandingkan konvensional Rp9.5 juta.

“Ke depan kita upayakan uji tipe digratiskan. Lalu, kita upayakan juga uji tipe tidak hanya dilakukan oleh Kemenhub. Tetapi bisa dilakukan di bengkel umum yang sudah tersertifikasi. Saat ini sudah berjalan untuk mendidik bengkel-bengkel tertentu untuk melakukan uji tipe,” katanya.

Photo : 123RF

Sementara itu Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya tengah menggencarkan program konversi sepeda motor BBM ke listrik, berupa pembuatan komponen utama sampai ke bentuk produk jadi.

Pada 2022, akan ada proyek percontohan dengan target 120 unit sepeda motor listrik dan akan semakin masif pada 2023. Selain itu pihaknya juga tengah melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha bengkel, agar semakin banyak bengkel yang bisa melakukan konversi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sejumlah manfaat yang didapatkan dari penggunaan KBLBB ini diantaranya yaitu secara biaya lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan BBM yang harganya terus meningkat," katanya.

Artikel Terkait