Modifikasi Honda BeAT Pakai Teknologi Hybrid, Solusi Bensin Mahal

Harga BBM yang tinggi membuat Modifikasi Honda BeAT menjadi hybrid merupakan langkah yang tepat sebagai efisiensi

Modifikasi Honda BeAT Pakai Teknologi Hybrid, Solusi Bensin Mahal
Photo: FORWOT

TRENOTO – Honda BeAT yang merupakan motor paling laris di Indonesia mendapat sentuhan modifikasi. Kendaraan ini menjadi lebih ramah lingkungan karena ditambahkan penggerak motor listrik dan baterai.

Adapun Honda BeAT berteknologi hybrid tersebut merupakan hasil kolaborasi NMAA (National Modificator & Aftermarket  Association), IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif), Forwot (Forum Wartawan Otomotif), OLX Autos dan DJ Custom.

Modifikasi Honda BeAT hybrid ini dijadikan sebagai supergiveaway ajang IMX (Indonesia Modification Expo) beberapa waktu lalu. Motor hadir sebagai solusi semakin mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tanah Air.

Photo : FORWOT

“Kami percaya jika beragam kreasi buatan asli anak bangsa semakin dikenal dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap Andre Mulyadi, Founder NMAA dan IMX Project Director.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kolaborasi NMAA dan IATO merupakan prototipe motor konvensional ke hybrid. Proyek ini merupakan langkah nyata menyelaraskan program langit biru dari Pemerintah.

Honda BeAT hybrid konversi ini menawarkan emisi gas buang yang lebih rendah. Sehingga bisa menjadi solusi dari tingginya harga BBM belakangan.

Baca juga : Daftar Harga Honda Beat Bekas Tahun Muda, Harga Mulai Rp11 Jutaan

Kendaraan ini memiliki mesin bawaan pabrik dengan kapasitas 110 cc. Lalu untuk menjadikannya hybrid disandingkan baterai lithium ion Fosfate (LiFePO4) 60 Volt 25 Ampere (1.500 Wh) dan ditempatkan di bawah jok.

Baterai tersebut merupakan hasil produksi PT Sentramitra Dayautama. Jarak tempuh kendaraan dikatakan mampu menjangkau 60 dan kecepatan maksimal hingga 90 km/jam.

Photo : FORWOT

Modifikasi Honda BeAT yang dinamakan Hi-Brid ini mencangkok motor penggerak listrik dengan formmat hub (BLDC) ke as roda belakang. Lalu BLDC ditambahkan lengan ayun pada bagian kanan dan kabelnya menghubungkan controller dan baterai management system (BMS).

Motor memiliki tiga mode berkendara. Sehingga para penggunanya dapat memilih motor dengan penggerak mesin bakar atau listrik melalui sentuhan tombol.

“Unit prototipe ini masih terus dikembangkan untuk bisa memberikan solusi langsung dari permasalahan tingginya harga BBM. IATO juga memberikan solusi dalam menjawab tren kendaraan listrik melalui konversi,” ucap Hari Budianto, Sekretaris Jjenderal IATO.

Artikel Terkait