Yamaha RX King Tanpa Asap dan Senyap Curi Perhatian di GIIAS 2021

Yamaha RX King bertenaga listrik hadir di GIIAS 2021 dengan mempertahankan desain retronya namun menggunakan teknologi kelistrikan

Yamaha RX King Tanpa Asap dan Senyap Curi Perhatian di GIIAS 2021
Photo: Trenoto
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 19 November 2021 | 12:36 WIB

TRENOTO – Yamaha RX King bertenaga listrik hadir di GIIAS 2021 dan bertempat booth Parjo yang terletak di Hall 8 ICE BSD Tangerang. Motor yang mudah dikenali dijalanan karena suara keras dan asap pekatnya ini pun disulap menjadi hening.

Belakangan ini, ada beberapa workshop yang menerima orderan untuk mengubah sepeda motor konvensional menjadi listrik. Tren tersebut dimanfaatkan oleh para pemilik sepeda motor tua untuk mengubah mesin lamanya menjadi bertenaga listik.

Salah satunya adalah Yamaha RX King bernopol B 4581 NV yang tampil di GIIAS 2021. Sepeda motor produksi tahun 1992 ini tidak lagi menggunakan mesin 135cc 2-tak namun berganti dengan motor penggerak QS Hub Drive 3KW.

Motor listrik tersebut menggunakan daya yang tersimpan pada baterai 71,4 Volt 30 Ah Lifepo4 dan controller Kelly KLS-S 7230. Dengan kombinasi tersebut, pengendara bisa menempuh perjalanan sejauh 60 km.

Ubahan lain yang dilakukan adalah penggunaan panel informasi digital pada Yamaha RX King bisu. Selain memperlihatkan kecepatan kendaraan, panel tersebut juga menampilkan sisa daya baterai yang tersimpan.

Photo : Trenoto

Pembuatan motor konvensional menjadi listrik pun dikabarkan cukup lama, karena memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan. Lama waktu yang dibutuhkan tersebut tentunya membuat pemilik kendaraan harus bersabar untuk melihat hasilnya.

Kendaraan yang dikenal sebagai motor jambret, memiliki sejarah cukup panjang di Indonesia. Pada 1977, Yamaha Indonesia menghadirkan generasi pertamanya yaitu RX100 yang hadir dengan mesin berkapasitas 100cc.

Sementara generasi terakhir dari Yamaha RX King diluncurkan pada 2002. Pada generasi pamungkas, Yamaha menyematkan calalytic converter untuk membuat emisinya ditekan dan tidak mengganggu pengendara lain.

Namun karena regulasi terkait emisi gas buang kendaraan yang semakin ketat, Yamaha pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksinya pada 2009.

Menariknya, setelah dihentikan produksinya, harga jual kembali Yamaha RX King di pasar sepeda motor justru meningkat drastis. Sejarahnya yang panjang di Indonesia membuat kuda besi berlambang Garpu Tala tersebut dianggap memiliki nilai lebih di mata para kolektor kendaraan antik.

Artikel Terkait