Ajang Street Race akan Diselenggarakan Rutin Setiap 2 Bulan

Polda Metro Jaya memastikan Street Race akan diselenggarakan rutin setiap 2 bulan sekali agar menghilangkan balap liar

Ajang Street Race akan Diselenggarakan Rutin Setiap 2 Bulan
Photo: NTMC Polri
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 06 September 2022 | 06:25 WIB

TRENOTO – Ajang Street Race akan diselenggarakan rutin oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Nantinya, balapan dilakukan setiap 2 bulan sekali dan diharapkan bisa menjadi wadah masyarakat dalam menyalurkan hobinya.

Bahkan Kombes. Pol. Latif Usman, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan akan selalu memperbarui konsep Street Race. Dengan demikian diharapkan bisa lebih merangkul masyarakat di masa depan.

Konsepnya bagaimana agar betul-betul seluruh pecinta balap liar yang belum terangkul dapat masuk ke kegiatan ini. Biar tidak terjadi keributan, kecelakaan, tanpa adanya pengawasan kami,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Photo : Antara

Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan awal Street Race diselenggarakan yaitu mewadahi masyarakat yang gemar balap namun manyalurkannya di arena balap liar. Padahal kegiatan tersebut berisiko tinggi dan mengganggu lalu lintas.

“Yang terpenting adalah energi-energi berlebih mereka dapat disalurkan secara positif. Tapi kalau tanpa pengawasan, itu akan menjadi hal negatif karena dapat mencelakakan diri sendiri dan mengganggu ketertiban umum,” terangnya.

Sebelumnya, Street Race seri keempat digelar di Jalan Benyamin Sueb Kemayoran, Jakarta Pusat pada 3-4 September 2022. Lokasi ini dinilai sebagai salah satu lokasi paling ideal dibandingkan sebelumnya.

Pasalnya selain memiliki trek yang baik, lokasi ini dulu juga dikenal sebagai pusatnya ajang balap liar. Tidak mengherankan bila pihak Polda Metro Jaya mengatakan bahwa ini tempat balapan tersebut merupakan pilihan yang pas.

Photo : NTMC Polri

"Konon, Benyamin Sueb ini merupakan lokasi sakral untuk Street Race. Penyelenggaraan kali ini adalah terbesar dalam sejarah drag race legal 500 meter di DKI Jakarta yang terlaksana di jalan umum,” ungkap Irjen Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya dalam sambutannya.

Sakralnya lokasi pun terlihat pada lonjakan jumlah peserta bila dibandingkan tempat lain. Pihak penyelenggara pun terpaksa untuk membatasi jumlah peserta agar tidak ajang balapan tetap bisa dilangsungkan secara tertib.

Berbeda dengan 3 penyelenggaraan sebelumnya, dalam Street Race di Kemayoran juga diselenggarakan pertandingan tinju. Ini adalah sebuah konsep baru sehingga bukan tidak mungkin ke depannya penyelenggaraan akan menjadi lebih meriah.

Artikel Terkait