Biaya Operasional Motor Listrik, Lebih Hemat 30 Persen

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mengalami peningkatan membuat biaya operasional motor listrik lebih hemat hingga 30 persen

Biaya Operasional Motor Listrik, Lebih Hemat 30 Persen
Photo: 123RF

TRENOTO –  Selain menjadi salah satu pilihan kendaraan ramah lingkungan saat ini, biaya operasional motor listrik disebut lebih hemat 30 persen jika dibandingkan dengan motor konvensional. Tak heran, sejumlah perusahaan transportasi online mengajak mitranya untuk beralih menggunakan motor dengan tenaga baterai tersebut.

Dalam penjelasannya Rubi W. Purnomo selaku Senior Vice President Corporate Affairs Gojek menegaskan cukup banyak mitra pengemudi platform Gojek yang menggunakan motor listrik dalam bekerja.

"Bisa menghemat 30 persen atau Rp700.000 sebulan karena hemat bensin, oli dan perawatan lain," kata Rubi dalam konferensi pers daring, Kamis (4/8/2022).

Sebelumnya Gojek dan TBS Energi Utama membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama Electrum pada November 2021.  Hal ini menjadi langkah uji coba kendaraan listrik dan mencari teknologi tepat pada ekosistem ojek online.

Melalui Electrum Gojek dan TBS Energi Utama akan mengembangkan usaha di bidang manufaktur kendaraan listrik, khususnya transportasi roda dua. Selain itu pengembangan juga mencakup teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai dan pembiayaan bagi konsumen kendaraan listrik.

Kerjasama yang dilakukan juga sejalan dengan target Gojek, dimana penggunaan kendaraan listrik sepenuhnya akan dilakukan pada 2030 dan menjadi platform karbon-netral. Pada November 2021, perusahaan telah mengumumkan uji coba motor listrik di Jakarta Selatan.

Menyediakan 500 unit kendaraan, langkah transisi tersebut diharapkan mampu mewujudkan komitmen nol emisi yang dicanangkan perusahaan di masa depan. Sejalan dengan upaya ini, perusahaan juga menegaskan kalau antusiasme pelanggan terhadap kendaraan listrik terus mengalami peningkatan.

"Ada kenaikan order dua kali lipat pada April," kata Rubi.

Membuktikan kekuataan motor listrik, Rubi juga menyebut kalau jarak tempuh Electrum tercatat sudah mencapai satu juta kilometer hanya dalam beberapa bulan. Ini merupakan total jarak tempuh mitra pengendara motor listrik dari platform tersebut.

Padahal sebelumnya Gojek memiliki target jarak satu juta kilometer dapat tercapai dalam jangka waktu penggunaan selama satu tahun.

"Ini awal baik untuk kami terus mengembangkan ekosistem EV (kendaraan listrik) di Indonesia dan dapat jadi pertimbangan Electrum untuk meningkatkan jumlah motor listrik dan memperluas cakupan operasional,” tegas Rubi.

Artikel Terkait