Penjualan Motor dengan Sistem Kredit Naik 17 Persen Saat Pandemi

Masih pandemi, penjualan motor Honda di wilayah Jakarta dan Tanggerang mengalami kenaikan sepanjang 2021

Penjualan Motor dengan Sistem Kredit Naik 17 Persen Saat Pandemi
Photo: Astra Honda Motor

TRENOTO – Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) berhasil mengalami peningatan penjualan sepanjang 2021.

"Pasar roda dua mulai membaik. Hampir di semua lini tipe yang dipasarkan terserap dengan baik oleh konsumen kami di Jakarta dan Tangerang. Patut kami ucapkan apresiasi tertinggi untuk kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan,” kata Olivia Widyasuwita, Head of Marketing Wahana dalam siaran resminya.

Untuk 2021, Wahana menegaskan penjualan kendaraan mengalami kenaikan hingga 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika 2020 penjualan yang mampu dicapai hanya 221 ribu, tahun lalu kendaraan berhasil terjual hingga 271.1 ribu unit. 

Dari semua jajaran produk yang ditawarkan, skuter matik (skutik) menjadi penyumbang terbesar dengan angka penjualan sebanyak 259 ribu unit. 

Menjadi yang paling laris, Honda Beat berhasil menduduki peringkat pertama, disusul Honda Scoopy. Sementara peringkat ketiga terdapat Honda Vario diikuti oleh skutik premium Honda PCX.

Terkait sistem pembelian, konsumen yang memilih melakukan pembayaran dengan cara kredit megalami pertumbuhan hingga 17 persen sepanjang 2021. 

"Hal ini menunjukkan adanya gerakan positif ekonomi masyarakat hususnya di Jakarta Tangerang. Sekali lagi terima kasih untuk konsumen setia kami di Jakarta dan Tangerang yang tetap memilih Honda sebagai pilihan terbaik, “ ujar Olivia.

Photo : AHM

Penjualan Motor 2021

Penjualan sepeda motor sepanjang 2021 mengalami peningkatan hingga 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi dari pabrik ke dealer tahun lalu mencapai 5.057.516 unit kendaraan.

Terkait motor terlaris, data yang sama menyebut, segmen skuter matik (skutik) masih mendominasi penjualan di Indonesia. Terbukti, kontribusinya mencapai 87,58 persen.

Selanjutnya terdapat motor sport yang mampu berkontribusi hingga 6,30 persen, sedangkan segmen underbone hanya 6,12 persen. 

Melihat perbaikan yang terjadi, Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI mengatakan, potensi peningkatan penjualan sepeda motor di 2022 masih bisa terjadi. Terlebih pertumbuhan tahun lalu cukup signifikan.

"Kami harapkan tren positif ini berlanjut ke 2022, yang kami prediksi akan tumbuh 2 hingga 8 persen atau 5,1 juta hingga 5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait,” kata Sigit beberapa waktu lalu.

Kendati pasar motor domestik belum pulih seutuhnya, Sigit menilai, kemampuan pemerintah mengendalikan Covid-19 mampu mendorong kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

“Tahun depan kami tetap memiliki tantangan terutama untuk mengelola dampak kenaikan PPN 11 persen yang berpotensi menaikkan harga jual. Selain itu, kami harapkan harga komoditi juga bisa kondusif,” ujarnya

Artikel Terkait