Yayasan Astra Honda Bikin Anak Muda di Bali Jadi Pengusaha Sukses

Lewat program CSR ini, Yayasan Astra Honda Motor (AHM) bikin anak muda di Bali jadi pengusaha sukses

Yayasan Astra Honda Bikin Anak Muda di Bali Jadi Pengusaha Sukses
Photo: trenoto

TRENOTO –  Anak muda di Bali bernama Yoga Prasetyo berhasil mewujudkan impiannya menjadi pengusaha bengkel setelah bergabung dalam program Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) yang dikembangkan oleh yayasan Astra Honda Motor. Terbukti setelah bergabung pada 2019, bengkel miliknya yang bernama Esta Garage kini memiliki omset rata-rata Rp25 juta per bulannya.

Yoga yang merupakan lulusan SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi sendiri mulai membuka bengkel setelah mendapatkan pengetahuan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda. Ia pertama kali membuka bengkel di Banyuwangi dan kemudian memberanikan diri hijrah ke kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali. 

Di Canggu, Yoga melihat potensi besar untuk memajukan bisnisnya melalui diversifikasi layanan di bengkelnya. Ia menjelaskan bahwa sejak bergabung dengan program pembinaan Astra Honda, bengkelnya mendapatkan beragam kemudahan salah satunya fasilitas permodalan tanpa bunga. 

"Selain itu, bisnis juga semakin berkembang berkat pendampingan yang diberikan dalam pengelolaan bengkel secara profesional dengan menerapkan ilmu manajemen bengkel. Bengkel saya melayani beragam konsumen baik dari masyarakat lokal dan turis mancanegara,” jelas Yoga.

Layanan Esta Garage dijelakannya juga makin berkembang. Tidak hanya memperbaiki permasalahan pada sepeda motor, tetapi mulai merambah usaha pendukung lainnya yaitu restorasi, fasilitas pencucian motor, penjualan variasi motor, salon motor, penyewaan, hingga bengkel bubut atau korter mesin motor.

Photo : trenoto

Untuk diketahui, Yayasan AHM memulai program AHYPP sejak tahun 2017, secara konsisten memberikan pembinaan dan pendampingan kepada lebih dari 30 bengkel milik wirausaha muda alumni SMK binaan. Sebarannya kini mulai dari Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Pulau Bali. 

Agus Subagja, CSR Manager AHM menjelaskan bahwa pihaknya melakukan seleksi pemilihan bengkel binaan dan pemiliknya wajib lulusan teknik sepeda motor Honda. Selain itu harus memiliki pengalaman atau mempunyai bisnis yang berjalan dan diajukan oleh sekolah melalui main dealer.  

"Setiap angkatan mimiliki 90 calon dan terpilih 20 siswa setiap angkatan. Siswa akan menjalani test administrasi dan psikologi serta dilihat potensi kewirausahaan," jelas Agus.

Setiap bengkel binaan akan dievaluasi setiap 3 bulan dan perjanjian kerjasama akan diperbaharui per 3 tahun. Evaluasi dilihat performa bengkel hingga kualitas pemilik. AHM juga akan terus mendampingi bengkel binaan terutama dalam hal teknologi serta akan memberikan pelatihan.

Sejumlah bengkel binaan Yayasan AHM kini bahkan sudah menjadi tempat magang atau praktek kerja lapangan (PKL) untuk siswa SMK tempat mereka sekolah dulu. 

Artikel Terkait