Ada Diskon PPnBM 2022 , Target Penjualan Mobil Naik

Pemerintah resmi memberikan diskon PPnBM 2022 untuk sejumlah kendaraan roda empat, penjualan mobil diperkirakan naik

Ada Diskon PPnBM 2022 , Target Penjualan Mobil Naik
Photo: Trenoto

TRENOTO – Memberikan stimulus positif bagi industri otomotif, pemerintah resmi memperpanjang diskon PPnBM 2022 untuk kendaraan roda empat. Meski mengalami perubahan skema, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimis penjualan mobil akan meningkat tahun ini.

Melalui keterangan resminya, Gaikindo memperkirakan penjualan mobil sepanjang 2022 mencapai 900 ribu unit. Angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya, yakni 887 ribu unit.

"Lihat lonjakan angka penjualan Februari dan Maret 2021, mudah-mudahan proyeksi penjualan 2022 di angka 900 ribu unit dapat tercapai," kata Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo dilansir Antara.

Peningkatan penjualan tahun lalu tak terlepas dari insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Jongkie juga menegaskan, adanya insentif PPnBM membuat harga sejumlah mobil mengalami penurunan sehingga lebih terjangkau. Hal ini diharapkan mampu mendorong konsumen membeli kendaraan baru. 

Tak hanya itu, pabrikan kendaraan bermotor juga diimbau untuk menggenjot produksi agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen di Tanah Air. Selain menguntungkan industri, peningkatan yang terjadi juga menguntungkan pemerintah. 

"Karena penjualan meningkat maka pemasukan pemerintah pusat dari PPn juga ikut meningkat, walaupun penerimaan PPnBM untuk mobil-mobil tertentu nihil. Penerimaan Pemda dari Bea Balik Nama dan Pajak Kendaraan Bermotor juga meningkat signifikan pastinya," tuturnya. 

Pada 2021, pemerintah telah memberlakukan diskon PPnBM untuk sejumlah mobil. Akibatnya, penjualan mobil mengalami kenaikan signifikan, khususnya pada Februari dan Maret 2021. 

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke dealer) pada Februari 2021 mencapai 49,202 unit, sedangkan Maret 78,908 unit.

Photo : Trenoto

Selain itu, penjualan secara retail (diler ke konsumen) pada Februari 2021 mencapai 46,941 unit dan Maret 77.514 unit. 

Dalam kesempatan berbeda, Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai 5 persen. 

"Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, paling tidak 900 ribu unit bisa di capai untuk tahun ini (penjualan mobil)," katanya.

Dalam hal ini, Kukuh juga menegaskan, PPnBM DTP merupakan salah satu cara agar nantinya masyarakat tidak kaget dengan ketentuan PPnBM berdasarkan emisi gas buang yang sudah diberlakukan sejak Oktober tahun lalu.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 74 tahun 2021, PPnBM ditentukan berdasarkan kapasitas mesin, emisi gas buang, dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Jadi, diskon itu ditentukan berdasarkan emisi yang dihasilkan oleh sebuah kendaraan.

Dia berharap dengan adanya kebijakan yang dituangkan oleh kementerian terkait ini, industri otomotif Indonesia akan terus berkembang.

"Dengan adanya kebijakan itu (PPnBM DTP), industri tetap tumbuh," tegas dia.

Artikel Terkait