Bahaya Mobil Listrik Terbakar, Amerika Masih Gagap Mengatasinya

Mobil listrik terbakar belum bisa diatasi dengan prosedur yang tepat, Amerika Serikat masih gagap mengatasinya

Bahaya Mobil Listrik Terbakar, Amerika Masih Gagap Mengatasinya
Photo: Istimewa

Masalah-masalah yang terjadi di atas disebut sebagai fenomena baru dan harus segera dipecahkan. Karena bukan tidak mungkin akan memakan banyak korban jika petugas atau pemilik bahkan orang di sekitar yang berinisiatif memberikan pertolongan pertama. 

Masih Sedikit Petugas Pemadam yang Tahu Prosedur

USFA sampai saat ini disebutkan masih kekurangan petugas atau pos pemadam kebakaran yang mampu menangani kebakaran mobil listrik secara benar. Dari data survei 2018, NTSB menyebutkan bahwa dari 32 pos pemadam kebakaran di seluruh Amerika, ditemukan 31 persen belum memiliki SOP insiden kebakaran pada mobil listrik atau hybrid. 

Sementara menurut kabar terbaru, dikatakan bahwa menurut Fire Marshals and Firefighters Associations di 50 negara bagian ditemukan bahwa pelatihan belum mencapai target dari kebutuhan dan kecepatan yang diperlukan di Amerika saat ini.

Disebutkan bahwa baru 2 negara bagian yang dapat memberikan data secara spesifik. Di New York hanya 263 pos pemadam kebakaran dari 1.667 pos atau baru 16 persen yang sudah mendapatkan pelatihan khusus kasus mobil listrik terbakar.  Sementara Illinois baru 7 persen atau hanya 76 pos pemadam dari 1.108 pos.

Beberapa negara bagian seperti Georgia, North Carolina dan Tennessee saat ini melaporkan baru mengembangkan pelatihan khusus. Sementara belum ada informasi detail dari negara bagian lainnya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Mudah-mudahan dengan makin berkembangnya mobil dan juga kendaraan listrik lainnya, para pemangku kebijakan berikut pabrikan mobil sudah mulai memikirkan hal ini. Tunggu kabar selanjutnya di TrenOto.

Artikel Terkait