Bocoran Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Netizen Bereaksi

Bocoran kenaikan harga BBM bersubsidi mulai beredar di media sosial, Pertamax alami kenaikan tertinggi

Bocoran Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Netizen Bereaksi
Photo: Pertamina

TRENOTO – Beredar kabar bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan terjadi pekan ini dengan besaran berbeda. Ada banyak bocoran kenaikan harga BBM bersubsidi, termasuk yang disampaikan oleh akun Instagram @merapi_uncover.

Dalam postingannya disampaikan bahwa harga Pertalite akan meningkat Rp2.350 dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Sementara Pertamax akan mengalami kenaikan Rp3.500 menjadi Rp16.000 per liter dari sebelumnya 12.500 per liter.

Kemudian Solar juga akan mengalami kenaikan terkecil yaitu hanya Rp2.050 menjadi 7.200 per liter dari Rp5.150 per liter. Kenaikan harga tersebut terbilang sangat masuk akal karena meski subsidi telah ditingkatkan, jumlahnya diperkirakan masih tidak mencukupi hingga akhir tahun nanti.

Photo : @merapi_uncover

“Bocoran harga baru BBM? Bagaimana menurutnya lurd!” tulisnya dalam akun tersebut.

Bocoran harga bbm terbaru pun mendapat banyak tanggapan dari nitizen. Beberapa dari mereka mempertanyakan mengapa harga Pertamax ikut terkerek naik, bahkan lebih besar dari Pertalite.

“Katanya Pertamax tidak min” ungkap @tatarkusmiyati.

Kenaikan harga Pertamax pun dinilai memberatkan karena saat ini pun harganya sudah tinggi. Komentar tersebut disampaikan oleh @indar_december23

“12.500 saja sudah mikir keras apalagi 16.000 per liter. Mosok iyo motorku tak ganti solar,” ungkapnya.

Dapat Bantuan Langsung Tunai

Photo : Pertamina

Banyak yang menilai bahwa selama ini subsidi justru lebih banyak dimanfaatkan oleh golongan orang mampu. Pasalnya, merekalah penikmat rendahnya harga BBM pada kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, pemerintah berencana memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masyarakat. Langkah tersebut dinilai lebih tepat sasaran untuk memberi kemudahan pada masyarakat ketimbang subsidi BBM.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan BLT akan diambil dari pengalihan subsidi BBM sebesar Rp24.17 triliun. Dengan demikian diharapkan tekanan terhadap masyarakat di tengah kenaikan harga barang pokok akan berkurang.

“Harapannya dapat mengurangi tekanan pada masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Sehingga kita bisa memberikan dukungan kepada masyarakat yang memang hari ini dihadapkan pada tekanan terhadap kenaikan harga,” kata Sri Mulyani usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Artikel Terkait