Cara Aman Berkendara di jalan Tol, Berkaca dari Kasus Vanessa Angel

Cara aman berkendara di jalan tol agar tidak mengalami insiden yang tidak diinginkan, terdapat beberapa tipsnya

Cara Aman Berkendara di jalan Tol, Berkaca dari Kasus Vanessa Angel
Photo: 123RF

TRENOTO – Jalan tol menjadi salah satu solusi pengurai kepadatan lalu lintas. Meski tak memiliki hambatan, terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan pengendara, salah satunya ialah jarak aman dan kecepatan kendaraan.

Berdasarkan fakta di lapangan, kecelakaan yang terjadi di jalan tol disebabkan karena kelalaian penggunanya. Meskipun masih ada beberapa penyebab lain terjadinya insiden di jalan bebas hambatan tersebut.

Agar lebih jelas, Garda Oto membagikan tips cara aman berkendara di jalan tol, berikut ulasannya :

1. Pahami penggunaan jalur lalu lintas

Jalan tol memiliki pembagian lajur sesuai dengan kecepatan. Lajur sebelah kanan diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak lebih cepat atau hendak menyalip.

Sedangkan lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih lambat atau tergolong kendaraan besar seperti bus dan truk. Selain itu, terdapat bahu jalan yang berfungsi untuk kendaraan darurat, misalnya mobil ambulans.

2. Ketahui batas kecepatan kendaraan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, batas kecepatan di jalan tol yakni 60 hingga 100 kilometer per jam.

Dalam hal ini, pengelola tol biasanya akan memasang rambu lalu lintas di sisi jalan. Karena itu, pengendara harus selalu memperhatikan dan mengutamakan keselamatan berkendara.

3. Jaga jarak dengan kendaraan lainnya

Dengan menjaga jarak aman antar kendaraan, pengendara dapat lebih mudah menghindar saat terjadi hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Cara termudah menghitung jarak berkendara ialah teknik berhitung tiga detik untuk menentukan patokan benda statis yang dilalui kendaraan depan.

Photo : 123RF

Perhitungan tiga detik ini merupakan hasil dari waktu reaksi manusia saat melihat kondisi sampai mengambil tindakan. Memerlukan waktu kurang lebih dua detik dan waktu reaksi mekanikal kurang lebih satu detik.

4. Pastikan performa mobil dalam keadaan yang baik

Selain aturan yang diterapkan, terdapat faktor lain yang harus diperhatikan, yakni memastikan performa mobil dalam keadaan baik dan normal.

Pastikan bahan bakar mobil sudah terisi dalam batas aman, pengecekan rem, lampu sein, klakson, hingga tekanan ban serta wiper yang membantu pengendara di saat musim hujan.

5. Pengemudi dalam kondisi prima

Hal penting lain yang perlu diperhatikan ialah kondisi tubuh pengemudi. Saat berkendara, tubuh harus dalam keadaan prima, tidak mengantuk, tidak dalam pengaruh alkohol, dan fokus. Selain itu, gunakan sabuk pengaman agar pengemudi dapat tetap aman.

“Berkendara aman bukan hanya sekedar memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, tetapi terdapat hal fundamental yang harus diperhatikan saat berkendara agar tidak menimbulkan risiko, baik bagi diri sendiri maupun pengemudi lainnya, yaitu memahami dan mentaati aturan lalu lintas”, kata L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra.

Artikel Terkait