Cara Kerja AC Mobil, Ketahui Guna Hindari Oknum Bengkel Nakal

Cara kerja AC mobil sebaiknya Anda pelajari agar bisa terhindar dari oknum bengkel nakal yang berpontesi bermain curang

Cara Kerja AC Mobil, Ketahui Guna Hindari Oknum Bengkel Nakal
Photo: Istimewa

TRENOTO – Cara kerja AC mobil penting untuk diketahui karena fitur wajib ini memegang peran besar pada kenyamanan bekendara. Tanpanya, dipastikan perjalanan Anda di tengah teriknya matahari akan terasa menyiksa dan di saat hujan akan mengganggu visibilitas karena embun yang tercipta di kaca.

Beberapa dari Anda sepertinya sudah pernah mengalami AC mobil bermasalah. Dan beberapa dari Anda juga pernah merasa tidak berdaya saat melakukan perbaikan mendapatkan tagihan begitu besar salah satunya karena tidak mengetahui cara kerja AC mobil. 

Pada saat itu tentu Anda ingin melalukan protes dan penjelasan dari pihak bengkel. Namun sayangnya di saat yang sama pengetahuan Anda tentang cara kerja AC mobil berikut sistem serta perangkatnyanya juga terbatas.

Agar bisa terhindar dari hal di atas, yuk ketahui cara kerja AC mobil sekaligus komponen-komponen kuncinya.

Freon AC

Air Conditioning (AC) pada mobil termasuk ruangan adalah sebuah proses manipulasi zat pendingin bernama freon dalam keadaan cair dan gas. Pada saat proses perubahan, zat tersebut akan menyerap panas dan kelembaban dari kabin, kemudian memungkinkan untuk mengeluarkan udara sejuk serta kering.

Di awal-awal mulai digunakan AC pada mobil, sistem pendingin udara ini menggunakan freon atau refrigeran R-12. Dalam perjalannya R12 yang memiliki basis CFC (chlorofluorocarbon) disebut sangat efektif karena tidak mudah terbakar dan ridak beracun. 

Photo : Istimewa

Sampai pada akhir 1980-an R12 dianggap tidak ramah lingkungan. Para peneliti menyebut bahwa jika terus dipergunakan secara masif di seluruh dunia bisa merusak lapisan ozon.

Pada pertengahan 1990-an pabrikan mobil kemudian beralih ke freon R-134a yang memiliki basis HFC (hydrofluorocarbon) dan disebut para ahli tidak memiliki sifat merusak ozon. Kemudian berkembang menjadi R-1234yf yang disebut menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca.

Artikel Terkait