Fungsi Lampu Hazard, Masih Banyak yang Salah Kaprah

Lampu hazard diciptakan untuk memberikan peringatan pada kendaraan lain di belakang, namun masih banyak pengendara yang salah

Fungsi Lampu Hazard, Masih Banyak yang Salah Kaprah
Photo: 123RF

TRENOTO – Lampu hazard pada mobil merupakan salah satu fitur penting yang harus ada. Hal ini dikarenakan fungsinya adalah untuk keadaan darurat.

Namun belakangan fitur Hazard sudah disematkan pada sepeda motor modern. Namun banyak orang salah kaprah dalam penggunaannya.

Salah kaprah penggunaannya tidak hanya dilakukan pengguna motor, namun juga pengemudi mobil. Sayangnya penggunaan yang salah bisa berbuntut kecelakaan dan tentunya melibatkan pengguna jalan lain.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai salah kaprah penggunaan lampu darurat, baiknya mengenali lebih dulu fungsinya.

Fungsinya sendiri seperti disebutkan di atas adalah untuk keadaan darurat. Penggunaannya harus dalam keadaan berhenti atau ketika menepi di bahu jalan tol.

Lampu hazard yang menyala melalui dua sein bersamaan baik depan maupun belakang. Adapun penggunaannya bisa dalam keadaan mesin mati sekalipun karena mengambil daya langsung dari aki atau baterai.

Fitur satu ini akan memberi peringatan pada pengendara lain di belakang. Belakangan produsen mobil baru menyematkannya pada fungsi rem.

Photo : 123RF

Hazard akan aktif apabila pengemudi melakukan pengereman mendadak. Sehingga kendaraan di depan bisa mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan beruntun.

“Soal hazard, memang bisa menimbulkan potensi kecelakaan. Karena penggunaanya harus dalam kecepatan nol, jika dinyalakan saat jalan, maka pengendara lain akan kebingungan,” ucap Rifat Sungkar dalam sesi konferensi pers virtual Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kemarin (14/12/2021).

Salah Kaprah Penggunaan Hazard

Hingga sekarang masih banyak pengguna jalan yang salah kaprah dalam penggunaannya. Hal ini berbahaya karena bisa meningkatkan potensi kecelakaan kendaraan lain di belakang khusunya.

Berikut beberapa kesalahan dalam penggunaan hazard

  • Lurus di perempatan

Masih ada beberapa pengguna jalan yang menganggap untuk melintas lurus di perempatan, perlu menyalakan hazard. Alasannya, mereka tidak berbelok ke kanan maupun kiri.

  • Masuk Terowongan

Perilaku tersebut juga masih kerap ditemui di jalanan umum. Saat ingin memasuki terowongan yang gelap, pengendara merasa perlu mengaktifkan lampu darurat.

  • Hujan Deras

Hujan deras mengakibatkan berkurangnya jarak pandang. Hal ini dianggap perlu menyalakan fitur hazard padahal salah dan bisa menyebabkan kecelakaan.

  • Konvoy

Perilaku tersebut di atas pada umumnya digunakan oleh komunitas. Padahal aturannya jelas tanpa kawalan aparat, pengguna mobil pribadi dilarang menggunakan hazard.

Photo : 123RF

Penggunaan hazard sebaiknya dilakukan secara bijak karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Posisi tombolnya pada mobil lawas berada di balik setir atau alat kemudi.

Namun untuk mobil baru, biasanya pabrikan menempatkannya di area tengah dasbor. Tombolnya memiliki logo segitiga berwarna merah.

Artikel Terkait