Idemitsu Tutup Kilang di Jepang Karena Mobil Listrik

Idemitsu tutup kilang mereka karena mobil listrik sudah mulai menguasai jalanan sehingga BBM mulai tidak laku

Idemitsu Tutup Kilang di Jepang Karena Mobil Listrik
Photo: 123rf

TRENOTO – Sejak awal, mobil listrik dihadirkan sebagai salah satu solusi menciptakan mobilitas ramah lingkungan. Pasalnya kendaraan listrik tidak mengeluarkan polusi udara sehingga lingkungan menjadi lebih sehat tanpa mengorbankan mobilitas.

Namun dibalik tujuan positif ada yang justru mengalami dampak negatif. Berkurangnya ketergantungan masyarakat akan bahan bakar menyebabkan beberapa kilang minyak harus berhenti beroperasi.

Idemitsu Kosan adalah salah satu perusahaan perdagangan minyak terbesar di Jepang namun akhirnya menutup kilang minyaknya. Penutupan dilakukan untuk kilang yang berlokasi di Prefektur Yamaguchi dan rencananya dilakukan pada akhir Maret 2024.

Photo : Trenoto

Keputusan tersebut langsung menarik perhatian karena sebelumnya mereka menyumbang 13 persen dari total kapasitas penyulingan Idemitsu. Kehadiran mobil listrik pun disebut-sebut sebagai salah satu biang kedali penutupan.

“Kami telah menyimpulkan bahwa permintaan terhadap bensin terus menurun karena mobil listrik,” ungkap Idemitsu.

Meski menutup kilang, Idemitsu akan mempertimbangkan melakukan perubahan agar lokasi ini bisa menjadi basis pengembangan sumber energi generasi berikutnya. Mulai dari hidrogen hingga amonia yang saat dibakar tidak menghasilkan karbon dioksida.

Mereka juga akan mempertahankan 400 karyawannya namun dipindahkan ke kilang lain yang masih beroperasi. Harapannya, para pegawai tetap dapat bekerja dengan baik.

Tak Dapat Berkompetisi

Photo : 123RF

Perubahan mobil pembakaran menjadi listrik membuat permintaan terhadap bensin menurun. Bahkan perushaan penyulingan minyak harus berupaya keras agar dapat bertahan melalui banyak hal, termasuk menyesuaikan jumlah produksi sehingga tidak mengalami kelebihan kapasitas.

Berdasarkan data dari Asosiasi Perminyakan Jepang, jumlah produksi minyak pada Maret 2021 adalah 3.457.800 bph, turun 35 persen selama 20 tahun terakhir. Namun, permintaan turun lebih cepat daripada pengurangan kapasitas pemprosesan, sementara penjualan BBM turun 38 persen pada periode yang sama

“Bila dibandingkan negara lain seperti Chima maka kilang minyak di Jepang sudah tua dan berukuran kecil. Operasional dianggap tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan,” tambah keterangan tersebut.

Selain Idemitsu, Eneos Holdings dikabarkan akan melakukan hal serupa yaitu menutup pabrik di Osaka dan menurunkan kapasitas produksi di kilang Negishi, Yokohama. Kondisi ini memperlihatkan betapa terpukulnya industri di negara tersebut.

Artikel Terkait