Jalur Puncak Putus Akibat Gempa Cianjur

Jalur Puncak putus dan menewaskan ratusan korban jiwa akibat gempa Cianjur yang terjadi pada Senin 21 November 2022

Jalur Puncak Putus Akibat Gempa Cianjur
Photo: Antara
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 22 November 2022 | 11:32 WIB

TRENOTO – Jalur Puncak putus akibat longsor pascagempa berkekuatan 5.6 Skala Richter di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Longsor itu menutupi seluruh aspal yang ada di jalur tersebut hingga tak dapat dilalui kendaraan sehingga menyulitkan .

Dilansir dari Antara, pihak Kepolisian masih terus melakukan penanganan agar kondisi tersebut bisa segera teratasi. Hal ini disampaikan Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat.

"Benar ada longsor. Kalau yang lainnya masih dalam pendataan," kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat.

Photo : @TMCPolresBogor

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebut Jalur Puncak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terputus karena tertimbun longsor pascagempa berkekuatan 5,6 magnitudo.

"Benar ada longsor. Kalau yang lainnya masih dalam pendataan," kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Baca juga : Jalur Puncak Mulai Padat oleh Kendaraan

Gempa tersebut terjadi pada pukul 13.21 WIB di titik koordinat 6.84 LS, 107.05 BT, sebelah barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kemudian gempa susulan yang cukup keras pun terjadi sekitar pukul 16.23 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa juga terasa di wilayah Bandung Raya, Sukabumi, Garut, Jakarta hingga Tangerang. Namun gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena gempa terjadi di daratan.

Ratusan Orang Meninggal

Photo : Antara

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa barat menyebut bahwa jumlah korban meninggal sudah mencapai 162 orang. Korban tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur dan Kecamatan Cugenang.

"Mohon izin menyampaikan berita buruk, 162 meninggal dunia, 326 luka-luka, mayoritas patah tulang dan berhubungan luka karena tertimpa atau kena benda tajam," tegasnya Ridwan Kamil

Tak hanya korban meninggal dan luka-luka, gempa juga menyebabkan 13.784 orang harus mengungsi di beberapa titik.

Sejumlah kerusakan infrastruktur di Kabupaten Cianjur juga terjadi. Setidaknya ada 2.272 rumah rusak, satu unit pondok pesantren rusak berat, satu RSUD Cianjur rusak ringan, empat unit gedung pemerintah rusak, tiga unit sarana pendidikan rusak serta satu unit sarana ibadah rusak.

Artikel Terkait