Kemenhub Luncurkan Angkot Modern, Ada Kamera Pengawas dan GPS

Hadir di Palembang, Kemenhub secara resmi meluncurkan angkot modern dengan beragam fasilitas terbaik

Kemenhub Luncurkan Angkot Modern, Ada Kamera Pengawas dan GPS
Photo: Kementerian Perhubungan

TRENOTO – Membuat layanan angkutan umum di Palembang semakin lengkap dan terintegrasi, Kementerian Perhubungan secara resmi meluncurkan layanan angkutan feeder berupa angkot modern.

Mendukung masyarakat menggunakan sarana transportasi umum, angkot diharapkan mampu menjadi angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Sumatera Selatan.

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menyerahkan secara simbolis kunci angkot kepada Herman Deru, Gubernur Sumsel dan Harnojoyo, Walikota Palembang. Sebagai tahap awal, Kemenhub menyerahkan 29 unit angkot kepada Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Di awal operasionalnya, layanan feeder akan melayani dua rute utama yakni lintas Talang Kelapa - Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 Km serta Asrama Haji - Sematang Borang via jalan Noerdin Panji dengan panjang rute 40.2 Km.

Photo : 123RF

“Kita terus sosialisasikan penggunaan angkutan umum agar kehadirannya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Naiklah angkutan umum agar Palembang tidak macet dan udara menjadi lebih bersih,” ujar Budi.

Menhub menjelaskan, upaya meningkatkan minat masyarakat untuk naik angkutan massal membutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pebisnis, komunitas masyarakat dan media.

“Maka dari itu, hari ini saya di Palembang bersama Pak Gubernur, Walikota dan sejumlah tokoh masyarakat Sumsel, ingin menyampaikan pesan dengan lebih luas dan masif kepada masyarakat Palembang, untuk sama-sama memanfaatkan angkutan umum yang sudah disediakan,”tuturnya.

Pada Maret lalu, Kemenhub telah mencanangkan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum yang dilaksanakan di kota Palembang. Menjadi contoh atau role model transportasi lengkap dan terintegrasi di Indonesia, kota yang terkenal dengan Jembatan Ampera ini memiliki BRT, LRT, angkot sampai angkutan sungai yang saling terhubung.

Photo : Kemenhub

Selain mengurangi kemacetan dan polusi udara, kehadiran angkutan umum diharapkan mampu menambah lapangan pekerjaan. Penyediaan angkot feeder di Palembang menyebut bila pihaknya telah merekrut 60 orang pengemudi.

Selain itu, Suharto selaku Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub menegaskan nama angkot modern digunakan karena mobil sudah difasilitasi sarana penyejuk udara (AC), kamera pengawas, GPS dan alat pembayaran non tunai (tap-cash).

Dengan fasilitas yang sudah representatif dan ekonomis itu, angkot modern disiapkan untuk menggantikan semua kendaraan angkot konvensional di Palembang.

“Sampai Desember 2022 gratis, lalu tarif normalnya Rp3 ribu-Rp4 ribu semuanya non tunai (tap-cash). Bukan hanya penumpang saja tapi operator angkot juga dapat kemudahan, mereka diberi gaji di atas UMR Kota Palembang per bulan dan mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, saat ini ada sebanyak 62 orang yang dipekerjakan,” tandasnya.

Artikel Terkait