Kemenperin Buat Kerjasama Otomotif Indonesia-Jepang Semakin Kuat

Sebagai dukungan kerjasama otomotif Indonesia-Jepang, Kementerian Perindustrian siap lakukan hal ini

Kemenperin Buat Kerjasama Otomotif Indonesia-Jepang Semakin Kuat
Photo: Kementerian Perindustrian

TRENOTO – Kementerian Perindustrian siap memfasilitasi kerjasama otomotif Indonesia-Jepang untuk menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Melalui penyelenggaraan Indonesia-Japan Autoparts Business Forum, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi banyaknya peserta sehingga dampak bagi perekonomian bisa terjadi.

“Merupakan suatu kebanggaan untuk melihat begitu banyak perusahaan dari Indonesia dan Jepang yang mengikuti acara ini, menandakan ketertarikan yang besar untuk mengambil peluang yang ada. Tentunya diharapkan dapat membawa dampak yang luas bagi perekonomian,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Nagoya, Jepang.

Lebih banyak Menperin menyampaikan, dari sekitar 30.000 jenis komponen atau parts untuk mobil, sebesar 15 persen atau 4.500 jenis komponen berpeluang dipasok dari IKM. Namun, saat ini baru sekitar 900-an jenis komponen yang sudah dipasok IKM.

Photo : TrenOto

Karena itu perlu upaya untuk meningkatkan persentase salah satunya melalui forum bisnis atau business matching.

Pemerintah juga bertekad mempromosikan IKM komponen otomotif dan menjadikannya prioritas strategis dalam rantai pasokan global.

“Kualitas produk IKM di Indonesia, khususnya otomotif, tidak perlu diragukan. Produk-produk IKM telah memperoleh sertifikat seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001, dan lainnya,” jelas Menperin.

Pada forum tersebut, Menperin juga mengemukakan, Industri otomotif di Indonesia telah menyerap tenaga kerja langsung 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang di sepanjang rantai nilai sektor, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).

“Disamping itu, pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan roda empat atau lebih termasuk komponen telah mencapai lebih dari 80 negara dengan kinerja pada periode Januari-Mei 2022 tercatat sebanyak 158 ribu unit kendaraan CBU, 40 ribu set CKD, dan 50 juta pieces komponen,” terangnya.

Artikel Terkait