Kepolisian Pastikan Tidak Ada Penyekatan Mobil Pada Arus Mudik

Kepolisian telah memastikan tidak ada penyekatan mobil pada arus mudik Lebaran 2022 yang akan segera dimulai

Kepolisian Pastikan Tidak Ada Penyekatan Mobil Pada Arus Mudik
Photo: NTMC Polri

TRENOTO – Kepolisian memastikan bahwa tidak ada penyekatan mobil pada arus mudik Lebaran 2022 . Hal ini disampaikan Irjen Pol Firman Shantyabudi, Kakorlantas Polri beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan musim mudik Lebaran 2020 dan 2021 yang dilakukan banyak penyekatan, tahun ini semua orang diperbolehkan mudik. Kendaraan dipastikan tidak akan diputar balik, selama semua memenuhi persyaratan.

“Tidak ada istilah itu (diputar balik) pada lebaran tahun ini, jadi semua harus bisa jalan,” terang Firman.

Photo : Jasa Marga

Meski tidak ada penyekatan, Kepolisian tetap menerapkan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap. Bila melanggar pembatasan, maka mobil akan dikeluarkan dari jalan tol dan memintanya untuk mengambil rute berebda.

Dengan demikian pemudik harus melakukan perhitungan matang tentang waktu perjalanan mereka baik untuk mudik maupun balik. Meski dinilai memberatkan oleh sejumlah kalangan, kebijakan tersebut bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas karena konsentrasi kepadatan ke arah timur dapat dipecah.

“Jadi kita bergantian, supaya jalan tidak terlalu penuh. Sejak kemarin sore kami mengeluarkan daftar atau jadwal untuk latihan mulai 25, 26, 27 ini supaya masyarakat terbiasa bila diberlakukan pada tanggal 28 nanti,” ungkap Firman.

Photo : Jasa Marga

Ia juga mengatakan bahwa selain menerapkan pembatasan ganjil genap, beberapa skema lain juga sudah disiapkan. Antara lain adalah contra flow dan one way untuk menambahkan kapasitas jalan serta mengurangi kepadatan.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun telah melakukan beragam langkah untuk meningkat kapasitas jalan. Salah satunya adalah dengan memperlebar ruas jalan tol Jakarta Cikampek dari KM 62 hingga KM 50.

Pelebaran jalan diharapkan bisa mengurangi kepadatan di simpang susun Dawuan yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan. Dengan demikian bukan tidak mungkin arus lalu lintas bisa menjadi lebih cair sehingga kemungkinan terburuk dapat terhindari..

Sebelumnya diberitakan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 29 dan 30 April 2022. Diprediksi pada tanggal tersebut akan ada kenaikan jumlah kendaraan sebesar 10.8 persen dibandingkan kondisi normal.

Pada tanggal tersebut, 27 persen kendaraan akan menuju ke arah barat (Banten) sementara 20.5 persen mengarah ke Selatan (Bogor, Sukabumi). Sedangkan 52.5 persen kendaraan mengarah ke timur (Jawa Barat, Jawa Tengah).

Artikel Terkait