Melihat Tren Mobil 2022 Menurut Toyota

Melihat perkembangan yang terjadi, Toyota Astra Motor (TAM) memberikan prediksi terkait tren mobil di 2022

Melihat Tren Mobil 2022 Menurut Toyota
Photo: gaadiwaadi

TRENOTO – Mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu, penjualan mobil sepanjang 2022 diprediksi berada di atas 800 ribu unit. Melihat hal ini, industri otomotif tahun depan diyakini mampu mengalami perbaikan.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy menyebut, tren mobil tahun depan. Terkait penjualan, distribusi whosales tahun depan diyakini berada di atas 900 ribu.

“Tahun ini kita tutup di atas 800 ribu, jadi mudah-mudahan target 850 ribu ke atas bisa dicapai. Mudah-mudahan tahun depan kondisi pandemi stabil dan market di atas 900 ribuan unit dan pastinya toyota sendiri ingin mencapai posisi nomor satu,” ujarnya.

Dengan pencapaian tersebut, pabrikan mobil asal Jepang ini diyakini mampu mencapai market share hingga 33 persen. Selain itu, Toyota menyebut, mobil dengan kapasitas 7 penumpang masih menjadi andalan.

“Modelnya masih banyak berkutat di segmen 7 seater, baik itu MPV maupun SUV. tapi rasanya kita mengharapkan banyak tren produk ramah lingkungan. Ditunggu saja produk kita bervariasi termasuk produk ramah lingkungan,” tuturnya.

Photo : Istimewa

Mobil Listrik

Saat disinggung mobil listrik yang akan masuk ke Indonesia, Toyota menyebut pihaknya memiliki jajaran produk masa depan.

“Beberapa hari lalu TMC baru saja menyampaikan future line up BEV Toyota dan ini mengcover global dan Indonesia sendiri kita mengconsider total market mobil listrik ini menggunakan multipath-way, jadi di luar model mesin biasa yang tentu saja kita arahkan ke mobil yang lebih efisien tapi mobil listrik seperti hybrid, PHEV, BEV kita juga akan selalu consider baik Toyota maupun Lexus,” ujarnya.

Selain itu, Toyota juga menegaskan bila pihaknya akan mamelakukan produksi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia tahun depan. Meski demikian, Anton enggan menyebutkan secara rinci model apa yang akan menjadi andalan.

Pabrikan menegaskan, pihaknya masih menunggu lebih detail arahan pemerintah terkait hal ini.  

“Kita juga akan masuk ke lokal production tahun 2022 jadi ditunggu tanggal mainnya, trennya kita ikutin global dan sesuai arahan pemerintah. Kita juga mau dapat feedback dari masyarakat atau market produk apa yang cocok untuk market Indonesia,” tuturnya.

Artikel Terkait