Mobil Ferdy Sambo yang Dibawa ke Mako Brimob

Menjalani pemeriksaan terkait tewasnya Brigadir J, mobil Ferdy Sambo menarik untuk ditelusuri lebih dalam

Mobil Ferdy Sambo yang Dibawa ke Mako Brimob
Photo: NTMC Polri

TRENOTO – Telah menjalani beberapa kali pemeriksaaan, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo diduga melanggar prosedur penanganan tempat kejadian perkara tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tak hanya kasusnya yang menarik perhatian, mobil Ferdy Sambo saat datang ke Gedung Kabareskrim Mabes Polri juga layak untuk ditelusuri.

Menggunakan Kijang Innova warna hitam, mobil tersebut memang banyak digunakan masyarakat karena memiliki mesin cukup mumpuni dan fitur yang mampu memanjakan pengendara serta penumpang.

Dari sisi jantung, mobil ini disematkan dua pilihan mesin yakni diesel dan bensin. Khusus diesel, terdapat mesin 2GD-FTV dengan kapasitas 2.393 cc 4-silinder DOHC yang mampu  Mesin menyemburkan tenaga puncak 146.9 hp dan torsi 359.9 Nm berkat teknologi VNT Intercooler.

Photo : Toyota Astra Motor

Sedangkan bensin, tersedia mesin 1TR-FTV 4-silinder DOHC dengan kapasitas 1.998 cc. Hadirnya teknologi Dual VVT-i tenaga tertinggi yang mampu dihasilkan mencapai 137 hp dengan torsi puncak 183.3 Nm.

Selain airbag, sistem keamanan mobil dijejali beragam fitur seperti Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), ABS + EBD, dan Isofix. Menambah kenyamanan tersedia pula sistem hiburan berupa head unit 9 inci.

Mampu menampung 7 orang penumpang dan tersedia bagasi cukup luas, mobil pabrikan Jepang ini memiliki panjang 4.735 milimeter (mm), lebar 1.830 mm dan tinggi 1.795 mm.

Dengan beragam keunggulannya, mobil di segmen MPV (Multi Purpose Vehicle) tersebut memiliki banderol cukup mahal yakni mulai dari Rp369.6 juta hingga Rp471. 9 juta on the road DKI Jakarta.

Ferdy Sambo Dibawa ke Korps Brimob

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri. Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, pelanggaran prosedural yang dilakukan Ferdy Sambo terkait dengan penangan TKP dan mengambil CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Tadikan disebutkan dalam melakukan olah TKP, seperti Pak Kapolri sampaikan terjadi misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya,” kata Dedi di Mabes Polri, Sabtu (6/8) malam.

Photo : Antara

Saat ini Ferdy Sambo termasuk dalam daftar 25 personel Polri yang melakukan pelanggaran prosedur. 

Dedi menjelaskan, dalam penanganan kasus meninggalnya Brigadir J ada dua tim yang bekerja, yakni Tim khusus (Timsus) bekerja secara pro justicia untuk mengungkap peristiwa pidananya, dan Irsus bekerja mengungkap pelanggaran kode etiknya.

"Hari ini, Irsus melakukan pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo dan sore harinya langsung dibawa ke Korps Brimob untuk ditempatkan di penempatan khusus dalam rangka pemeriksaan," katanya.

Dedi juga menegaskan, penempatan khusus bagi Ferdy Sambo bukan dalam rangka penahanan dan penetapan tersangka. Karena proses tersebut dilakukan oleh Irsus bukan Timsus.

Artikel Terkait