Mudik dengan Sepeda Motor Bisa Nikmati Rest Area Khusus

Mudik dengan sepeda motor tahun ini bisa menikmati ratusan rest area khusus yang disiapkan Polda Metro Jaya

Mudik dengan Sepeda Motor Bisa Nikmati Rest Area Khusus
Photo: 123RF

TRENOTO – Mudik dengan motor sejatinya tidak disarankan oleh Kementrian Perhubungan maupun pihak Kepolisian. Aktivitas pulang ke kampung halaman dengan kendaraan roda dua memiliki risiko lebih besar daripada kendaraan lainnya.

Meskipun dihimbau untuk tidak mudik dengan sepeda motor, pihak Kepolisian tetap menyediakan fasilitas rest area. Hal ini guna mencegah para pemudik tersebut kelelahan yang berisiko kecelakaan.

“Kami mengimbau untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor, karena berbahaya. Tapi berbahaya tapi tentu tidak bisa kita elakkan,” kata Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan bahwa meskipun tidak disarankan mudik dengan kendaraan roda dua, namun pemudik dengan kendaraan tersebut akan selalu ada. Mudik menggunakan kuda besi dianggap lebih efisien.

Sebagai bentuk pencegahan, Distlantas Polda Metro Jaya akan menyiapkan tempat istirahat (rest area) khusus kendaraan tersebut. Nantinya para pemudik dengan kendaraan roda dua bisa beristirahat dan mengembalikkan kondisi tubuh.

Photo : 123RF

“DI titik lelah di Kedungwaringin dan Jatiuwung yang ke arah Merak itu, kita siapkan pos pelayanan. Rest area khusus sepeda motor, ada tempat untuk isi bensin, beli makanan, berbaring dan istirahat sebentar,” tuturnya.

Lebih lanut dikatakan bahwa pihaknya menyiapkan setidaknya 113 rest area yang bisa dimanfaatkan para pemudik.

Tidak hanya menyediakan tempat untuk beristirahat, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyiapkan gerai vaksin booster (penguat). Sehingga para pemudik tetap aman saat berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman.

Berdasarkan studi Kementerian Perhubungan, mudik Lebaran 2022 masih didominasi oleh kendaraan darat. Selain mobil pribadi, sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan.

Photo : 123RF

Dalam studi tersebut disampaikan bahwa setidaknya akan ada 21 juta orang menggunakan mobil pribadi atau sebesar 26 persen. Sementara sepeda motor menjadi kendaraan favorit kedua yang dengan perkiraan 14 juta atau 18 persen pada tahun ini.

Bila dibandingkan dengan pengguna transportasi umum, maka selisihnya akan sangat signifikan. Diperkirakan, pengguna bus dapat mencapai 16 persen (12 juta) dan pesawat sebesar 12 persen (9 juta).

Artikel Terkait