Pengguna BBM Bersubsidi Ternyata Banyak dari Golongan mampu

Pengguna BBM Bersubsidi Lebih Banyak Dinikmati Golongan Mampu dibandingkan dengan mereka yang membutuhkan

Pengguna BBM Bersubsidi Ternyata Banyak dari Golongan mampu
Photo: pertamina

TRENOTO – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading menyebutkan pengguna BBM bersubsidi lebih banyak berasal dari golongan mampu. Hal inilah yang membuat pihaknya menerapkan mekanisme baru yakni dengan cara pendaftaran BBM lewat website subsiditepat.mypertamina.id

Kebijakan ini hanya berlaku untuk para pengguna kendaraan roda empat atau mobil. Dengan demikian masyarakat pengguna sepeda motor tidak perlu melakukan proses yang serupa.

“60 persen masyarakat mampu mengkonsumsi hampir 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan 40 persen masyarakat rentan dan miskin hanya mengkonsumsi 20 persen dari total subsidi sehingga diperlukan mekanisme baru agar dapat diterima oleh yang berhak,” Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Photo : pertamina

Padahal Pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp520 triliun untuk subsidi energi di 2022. Pertamina Patra Niaga juga harus mematuhi regulasi seperti Peraturan Presiden No.191/2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No.04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.

“Seluruh regulasi mengenai segmentasi pengguna, kuota dan regulasi terkait penyaluran lain sudah tertuang dalam regulasi tersebut namun di lapangan masih tidak tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga selaku yang ditugaskan juga berinisiatif, memastikan penyaluran di lapangan ini bisa berjalan lebih tepat sasaran menggunakan MyPertamina,” lanjut Irto.

Dipilihnya website MyPertamina pun bukan tanpa alasan. Sesuai Peraturan BPH Migas No. 06/2013, penggunaan sistem teknologi IT dalam penyaluran BBM dapat dilakukan sehingga mulai 1 Juli, direncanakan dilakukan uji coba pendaftaran melalui website MyPertamina yakni subsiditepat.mypertamina.id.

Pada tahap ini, pendaftaran fokus untuk melakukan pencocokan data antara yang didaftarkan oleh masyarakat dengan dokumen dan data kendaraan. Setelah terdaftar, masyarakat akan mendapatkan QR Code melalui email atau notifikasi di website.

Photo : pertamina

Untuk kemudahan, QR Code bisa diprint out dan dibawa ke SPBU sehingga tidak perlu mendownload aplikasi MyPertamina atau membawa handphone ke SPBU.

“Dimulai pada 1 Juli pendaftaran akan dibuka hingga 30 Juli 2022. Pada masa pendaftaran dan transisi ini, masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite serta Solar, namun kami tetap mendorong masyarakat agar melakukan pendaftaran,” kata Irto.

Irto memastikan pelaksanaan pendaftaran melalui website bukan untuk menyulitkan masyarakat, namun untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi energi.

Artikel Terkait