Polda Metro Jaya Bakal Gelar Balap Liar, Begini Konsepnya

Polda Metro Jaya siap menggelar balap liar sebagai fasilitas bagi anak muda yang gemar melakukan aksi ini

Polda Metro Jaya Bakal Gelar Balap Liar, Begini Konsepnya
Photo: Humas Polri

TRENOTO – Melihat banyaknya peminat balap liar yang terjaring pihak kepolisian, Polda Metro Jaya memiliki rencanan untuk menggelar ajang balap motor di Jakarta, Januari 2022.

Sebagai bentuk fasilitas, pihak kepolisian juga mengajak pelaku balap liar jalanan yang sering diburu polisi sebagai peserta kompetisi.

Sebagai bentuk keseriusan, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi pebalap jalanan layaknya ajang balapan motor resmi.

Agar tak mengganggu lalu lintas jalan, Sambodo mengatakan, sejumlah lokasi penyelenggaraan balap sudah dipetakan.

“Jenis balapan motor tergantung keinginan mereka yang berkepentingan, drag race atau road race,” kata Sambodo dilansir Humas Polri, Senin (20/12/2021).

Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan Forum Group Discussion (FGD) dengan menggandeng berbagai kalangan, termasuk para pelaku balap liar, pada Rabu pekan depan, (22/12/2021).

Khusus, ajang balap drag race, pihak Kepolisian membutuhkan lintasan lurus sepanjang 600 meter. Untuk 400 meter sebagai lintasan balap dan 200 meter sebagai antisipasi jarak pengereman.

Panjang jarak tersebut tak menutup kemungkinan akan ditambah 50 meter untuk persiapan lomba dan sebagainya.

“Kalau ternyata road race, kami harus cari juga (lokasi) yang memang selama ini untuk road race,” tuturnya.

Photo : Humas Polri

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menyelenggarakan balap motor resmi di Jakarta untuk mengakomodasi pelaku balap liar. Hal ini pertama kali dilontarkan pertama kali oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran.

Melalui keterangan resminya, Ia mengatakan pihak kepolisian memiliki rencana untuk mengundang para pelaku balap liar motor agar bisa berdiskusi lebih dekat.

Fadil juga memastikan ajakan yang dibuat bukan sebagai jebakan, namun fasilitas bagi anak muda yang kerap melakukan balapan liar di jalanan Ibu Kota.

Meski secara rutin melakukan Razia terkait aksi balap liar, Polda Metro Jaya tetap saja menemukan aksi balap liar yang dilakukan secara sembunyi dan meresahkan pengguna jalan lain.

Tidak hanya itu, dari sisi keselamatan para pebalap liar ini juga membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Pada umumnya ajang balap liar tidak menggunakan pelindung standar keselamatan, bahkan tergolong nihil.

Artikel Terkait