PPnBM DTP Diyakini bakal Dongkrak Penjualan Mobil di 2022

PPnBM DTP 100 persen diberikan kepada mobil LCGC di awal 2022, Kementerian Perindustrian optimis penjualan akan kembali meningkat

PPnBM DTP Diyakini bakal Dongkrak Penjualan Mobil di 2022
Photo: Kementerian Perindustrian

TRENOTO – Insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah atau PPnBM DTP 100 persen kembali dilanjutkan di Kuartal I 2022. Kebijakan ini berlaku untuk mobil di bawah Rp200 juta atau segmen low cost green car (LCGC).

"Bapak Presiden telah menyetujui perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor. Namun ada persyaratan local content atau local purchase yang sedang dibahas nilainya oleh tim teknis,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. 

Dalam skemanya, diskon PPnBM 100 persen akan berlaku sepanjang kuartal I 2022. Sedangkan kuartal II-2022, pemerintah akan mengenakan tarif PPnBM sebesar 1 persen dan 2 persen pada kuartal III-2022. 

Pada tiga bulan terakhir tahun ini, program mobil murah akan dikenakan pajak barang mewah sesuai PP 74/2021, yakni 3 persen. 

Dalam keterangan resminya Menperin menyebut, pemberian insentif akan menciptakan efek positif terhadap peningkatan penjualan mobil di Indonesia. 

“Produk dengan segmen tersebut mendominasi pangsa pasar atau sesuai dengan daya beli masyarakat, yaitu sebesar lebih dari 60 persen.  Kendaraan juga rata-rata memiliki kandungan lokal yang tinggi, sehingga berpeluang menjadi basis ekspor untuk negara-negara berkembang,” paparnya.

Photo : Antara

Sedangkan kendaraan dengan harga Rp200 hingga Rp250 juta akan mendapatkan diskon PPnBM sebesar 50 persen di Kuartal I tahun ini. Bila sebelumnya pembeli kendaraan harus membayar 15 persen, diskon yang diberkan memangkas 7,5 persen

“Segmen LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta sangat sensitif terhadap harga, sehingga sebelum adanya kepastian perpanjangan insentif PPnBM DTP ini masyarakat lebih memilih wait and see sehingga menyebabkan penurunan purchase order,” terangnya.

Artikel Terkait