Sah! Harga Pertamax Rp12.500 Per Liter

Pertamina akhirnya menaikkan harga Pertamax RON 92 dari sebelumnya Rp9.000 menjadi Rp12.500 mulai hari ini 1 April 2022

Sah! Harga Pertamax Rp12.500 Per Liter
Photo: pertamina

TRENOTO – Harga Pertamax Rp12.500 per liter mulai hari ini (01/04) dari sebelumnya Rp9.000. Artinya PT Pertamina secara resmi menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) non subsidi sebesar Rp3.500.

Sebelumnya dikabarkan bahwa harga keekonomian BBM jenis Pertamax RON 92 adalah Rp16.000. Namun berdasarkan keputusan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) harga Petamax tercatat mulai hari ini Rp12.500.

“Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar, dalam perhitungan harga jual eceran,” kata Fajriyah Usman, Vide President Corporate Communications Pertamina seperti dikutip Antara.

Ia menyebutkan lebih lanjut bahwa kenaikan juga terjadi di sejumlah wilayah. Adapun wilayahnya meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Photo : Pertamina

Kemudian pada Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua hingga Papua Barat, harga Pertamax naik Rp3.550.

Sehingga dari harga sebelumnya Rp9.200 menjadi Rp12.750 untuk BBM jenis Pertamax RON 92 di wilayah-wilayah tersebut di atas.

Kenaikan harga BBM seperti telah diwartakan sebelumnya karena minyak dunia yang terus melonjak banderolnya. Harga minyak dunia saat ini sangat perkasa dan berada di atas 100 dolar per barel.

Meskipun telah dinaikkan, namun pihak Pertamina menyatakan bahwa banderolnya sekarang masih jauh di bawah nilai keekonomian.

Photo : Pertamina

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini baru dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sejak 2019,” Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Lebih jauh dikatakan jika harga minyak dunia melonjak tinggi akibat konflik geopolitik Ukraina dan Rusia. Selain itu, pasokan minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu karena adanya kerusakan pipa Caspian Pipiline Consortium.

Sehingga pasokan minyak mentah Rusia dan Kazakhstan ke Uni Eropa mengalami gangguan.

Minyak mentah di Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per 24 Maret 2022 sudah berada di angka 114.55 per barel. Lonjakannya sendiri dikatakan mencapai 56 persen.

Artikel Terkait