Shell Jilat Ludah Sendiri, Akhirnya Beli Minyak ke Rusia

Shell jilat ludah sendiri karena akhirnya membeli minyak Rusia yang diskon besar-besaran di tengah invasi

Shell Jilat Ludah Sendiri, Akhirnya Beli Minyak ke Rusia
Photo: 123RF

TRENOTO – Shell dikabarkan membeli minyak dari Rusia dengan jumlah besar. Padahal sebelumnya perusahaan minyak multinasional Inggris tersebut memberlakukan embargo kepada Rusia.

Seperti dilansir Carscoops, Shell mempertahankan keputusannya untuk membeli minyak mentah sebanyak 100 ribu metrik ton. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat diskon yang cukup besar dari pembelian tersebut.

Shell jilat ludah sendiri dan mendapat reaksi keras dari publik. Bukan hanya karena sebelumnya memberikan sanksi, namun karena mengincar harga yang terbilang sangat murah.

Dilaporkan The Wall Street Journal, Shell mendapatkan harga minyak mentah seharga $28.50 per barel. Sementara di pasaran harga minyak dilaporkan telah mencapai $ 100 dan bahkan bisa mencapai $ 300 per barel jika perang terus berlanjut.

Meskipun mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, namun langkah yang diambil Shell tidak menentang sanksi apapun. Perusahaan minyak Barat sudah berlomba untuk menjauhkan diri dari Rusia termasuk Shell.

Shell mundur dari usaha patungan dengan perusahaan energi yang memiliki basis di Rusia. Invasi Rusia ke Ukraina memang telah menyita banyak perhatian dan respon dari banyak pihak.

Photo : shell indonesia

Perang kedua negara tersebut memaksa harga minya mentah mengalami kenaikan drastis. Hal ini tentunya akan memberatkan perusahaan energi seperti Shell dan lainnya.

Dengan harga yang tinggi, mereka akan kesulitan untuk menjualnya kepada masyarakat karena daya belinya menurun. Harga BBM yang menjulang tinggi tentunya akan berimbas pada produk-produk lainnya.

Untuk mengatasi harga minyak mentah yang terus menanjak, Shell mencari alternatif yang bisa menjadi solusi praktis dan Rusia adalah jawabannya.

Pihak Shell sendiri sudah memberikan pernyataan terkait hal tersebut di atas. Mereka menyebutkan bahwa keputusan membeli minyak dengan diskon besar-besaran, bukan untuk kepentingan segelintir orang saja.

Dengan mendapatkan jalur alternatif, Shell mengatakan bisa memenuhi pasokan yang dibutuhkan orang-orang di benua Eropa.

Sementara Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina menuliskan tanggapannya di media sosialnya. Ia menyebut langkah Shell akan dinilai sendiri oleh publik.

“Apakah minyak Rusia memiliki bau seperti Darah Ukraina untuk Anda?,” tulis Kuleba.

Artikel Terkait