SPKLU Shell Indonesia Hadir di 3 Lokasi, Tarifnya Segini

SPKLU Shell Indonesia hadir di 3 lokasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna mobil ramah lingkungan di Tanah Air

SPKLU Shell Indonesia Hadir di 3 Lokasi, Tarifnya Segini
Photo: shell indonesia

TRENOTO – Semakin banyaknya populasi mobil listrik di Tanah Air membuat Shell Indonesia layani pengisian daya listrik. Layanan tersebut diberi nama Shell Recharge yang merupakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

SPKLU Shell Indonesia berada di 3 lokasi yaitu SPBU Shell Pluit Selatan 1 (Jakarta Utara), SPBU Shell Antasari 1 (Jakarta Selatan) serta SPBU Shell Jagorawi KM 21 (Bogor). Pasokan listrik untuk Shell Recharge berasal dari PT PLN (Persero).

Susi Hutapea, Deputy Country Chair & Vice President Corporate Relations Shell Indonesia mengatakan bahwa kehadiran Shell Recharge merupakan bagian dari Shell Net Zero Emission di 2050.

Photo : Shell Indonesia

“Saat ini untuk tarifnya menggunakan paket seharga Rp85 ribu. Di dalamnya, pelanggan akan mendapatkan minuman dan roti di Deli2Go serta pengisian daya 50kW selama 30 menit,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Pengisian selama 30 menit diklaim cukup untuk membuat sebuah baterai terisi hingga 80 persen dari posisi kosong. Jumlah tersebut tentunya cukup untuk penggunanya kembali melanjutkan perjalanan.

Sayangnya hingga kini mereka masih belum berencana untuk menambah jumlah SPKLU di Tanah Air. Pasalnya saat ini jumlah pengguna mobil listrik masih belum banyak dibandingkan kendaraan konvensional.

Pemerintah memang saat ini tengah mempromosikan kendaraan listrik pada masyarakat Indonesia. Namun promosi tentunya tidak akan bisa berjalan dengan baik bila infrastruktur termasuk ketersediaan SPKLU masih sedikit.

Photo : Shell Indonesia

Oleh karena itu, pemerintah bersama dengan BUMN pun belakangan ini semakin aktif untuk membangun SPKLU. Langkah tersebut pun dinilai tepat karena pada penyelenggaraan G20 di Bali pada November mendatang, para delegasi akan menggunakan kendaraan listrik.

Dilansir dari Antara, 1 negara akan menggunakan 15 mobil listrik. Jumlah tersebut terdiri dari 10 rangkaian VVIP dan 5 rangkaian untuk pasangan kepala negara atau pemerintahan.

Bagi rombongan VVIP disiapkan 123 unit Genesis G80 sementara bagi delegasi akan ada 246 unit Hyundai Ioniq 5. Selanjutnya untuk lead car telah tersedia 124 unit Hyundai Ioniq dan pengamanan menggunakan 123 unit Lexus UX300e.

Selain itu, masih ada lagi 290 unit kendaraan motor untuk patroli pengawalan. Sedangkan operasional nantinya akan menggunakan Wuling Air ev yang jumlahnya mencapai 300 unit.

Artikel Terkait