Tewaskan Anak SD, Simak Aturan Berkendara di Zona Sekolah

Berkaca dari kecelakaan maut truk trailer yang tewaskan anak SD, simak aturan berkendara di zona sekolah

Tewaskan Anak SD, Simak Aturan Berkendara di Zona Sekolah
Photo: Dinas Perhubungan

TRENOTO – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk trailer terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Menewaskan 10 orang kendaraan berat tersebut menabrak tiang BTS Telkomsel, sejumlah kendaraan dan halte di depan SDN Kota Baru. 

Aturan berkendara di zona sekolah sebenarnya telah diterbitkan Kementerian Perhubungan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kecepatan tinggi kendaraan bermotor.

Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat 1304/AJ.403/DJPD/2014 tentang Zona Selamat Sekolah (ZoSS), penerapan ini dilakukan pada untuk melindungi pejalan kaki (anak sekolah) dari bahaya kecelakaan lalu lintas.

Pengendara yang berada dalam zona sekolah wajib mengurangi dan menggunakan kecepatan rendah untuk memberikan waktu reaksi lebih lama dalam mengantisipasi gerakan penyebrang jalan (anak sekolah) yang seringkali bersifat spontan dan tak terduga sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Photo : NTMC Polri

Adapun secara garis besar, desain Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dibuat berikut:

  1. Stop Line atau Garis Berhenti berwarna putih diujung marka merah.
  2.  Di antara Zebra Cross, digunakan marka berwarna merah sehingga sebagai area Zona Selamat Sekolah.
  3.  Rambu Batas Kecepatan (30 kilometer per jam).
  4.  Rambu peringatan Pejalan Kaki.
  5.  Rambu Dilarang Parkir dengan garis berliku berwarna kuning.
  6.  Pita Penggaduh, yang merupakan marka garis bergelombang.
  7.  Rambu petunjuk lokasi fasilitas pemberhentian mobil/bus.
  8.  Rambu batas akhir larangan kecepatan maksimum.

Untuk itu, sebaiknya berhati-hati dalam berkendara, khususnya saat melintas di depan sebuah sekolah.

Kecelakaan Maut di Bekasi

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman menegaskan, tidak terlihat adanya jejak pengereman dari truk.

“Karena kalau dilihat dari tipe jalan tidak menurun dan juga tidak ada bekas rem, menabrak halte orang sedang yang menunggu di halte lalu menabrak tiang Telkomsel,” ujar Latif dilansir NTMC, Selasa (31/8/2022).

Dalam penjelasannya, Latif menyebut tiang Telkomsel yang ditabrak roboh ke tengah jalan dan menimpa kendaraan lain.

“Korban 30 secara keseluruhan yang meninggal 10 orang baru konfirmasi sampai saat ini,” ujarnya.

Photo : NTMC Polri

Saat ini korban telah dilarikan ke Rumah Sakit RSUD Bekasi dan Rumah Sakit Ananda Bekasi. Karena kecelakaan berada di zona sekolah dan bertepatan dengan waktu jam pulang ke rumah, Latif menjelaskan bahwa kebanyakan korban adalah anak sekolah dasar. 

Banyak dari mereka tengah menunggu angkutan umum di halte yang berada di depan sekolah. Truk yang terlibat kecelakaan juga diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Korban anak SD itu ada 20 an, 7 orang anak SD itu meninggal dunia. Kami melihat sementara perseneling ada di gigi 3 jadi kecepatannya pasti 60 kilometer per jam,” pungkasnya.

Artikel Terkait