Tidak Murah Lagi, Harga BBM Vivo Naik

Harga BBM Vivo naik Rp2000 sehingga tidak lagi menjadi pilihan termurah untuk masyarakat Indonesia dua hari terakhir

Tidak Murah Lagi, Harga BBM Vivo Naik
Photo: @JktInfo
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 06 September 2022 | 08:00 WIB

TRENOTO – Sempat menjadi yang termurah di Indonesia, harga BBM Vivo naik signifikan dibanding sebelumnya. Berdasarkan pantauan TrenOto, harga Revvo 89 sebelumnya hanya Rp8.900 per liter kini menjadi Rp10.900 per liter.

Itu artinya, BBM termurah mereka naik Rp2.000 dan menjadi lebih mahal Rp900 bila dibandingkan Pertalite. Sementara untuk pilihan produk lain harganya tidak berubah, seperti Revvo 92 yang dibanderol Ro15.400 per liter serta Revvo 95 dijual Rp16.100 per liter.

Hal ini tentu sangat disayangkan karena sebelumnya Vivo menjelma menjadi dambaan baru masyarakat yang menginginkan BBM murah. Maklum, selisih harganya memang cukup jauh dibanding Pertamina setelah Pertalite mengalami kenaikan Rp2.350 menjadi Rp10.000 per liter.

Photo : Vivo Indonesia

Kenaikan pun dikabarkan karena adanya desakan dari pemerintah agar BBM termurah di Indonesia tetap dipegang oleh Pertamina. Namun anggapan tersebut pun langsung ditepis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Mereka menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan intervensi apapun terhadap penetapan harga Jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU). Hal ini disampaikan oleh Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

“Menteri ESDM menetapkan Harga Jual Eceran (HJE) Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan. Sedangkan HJE Jenis BBM Umum dihitung serta ditetapkan oleh Badan Usaha,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Untuk mengendalikan harga di konsumen, pemerintah hanya menetapkan formula batas atas. Bersama ini maka BBM mengacu pada harga acuan pasar MOPS/Argus dan biaya distribusi dengan margin badan usaha maksimal 10 persen.

Photo : Vivo Indonesia

Hal ini telah ditetapkan dalam Kepmen ESDM No 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

“Pemerintah akan menegur badan usaha bila menjual BBM melebihi batas atas. Penetapan harga jual di SPBU saat ini merupakan kebijakan badan usaha yang dilaporkan ke Menteri cc. Dirjen Migas sehingga tidak benar Pemerintah meminta untuk menaikkan harga," pungkas Tutuka Ariadji.

Artikel Terkait