Waktu yang Tepat Mengganti Minyak Rem

Minyak rem kadang tidak dianggap oleh pemilik mobil meskipun perannya sangat penting bagi keselamatan berkendara

Waktu yang Tepat Mengganti Minyak Rem
Photo: 123RF

TRENOTO – Minyak rem memiliki interval penggatian rutin yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini berguna untuk membuat seluruh komponen dalam sistem pengereman tetap berjalan sebaik-baiknya.

Rem merupakan komponen penting untuk menghentikan laju kendaraan. Dengan kata lain, rem sangat erat kaitannya dengan nyawa pengendara, penumpang hingga pengguna jalan lainnya.

Minyak rem merupakan salah satu bagian dari sistem pengereman model cakram. Tanpa adanya minyak rem, sistem tidak bisa berkerja meskipun pedalnya sudah diinjak penuh.

Lazimnya minyak rem hanya ada pada kendaraan yang telah menggunakan sistem pengereman model cakram. Lalu benda berbentuk cairan tersebut memiliki interval penggantian agar kinerjanya selalu optimal.

Meskipun memiliki peran yang penting, terkadang masih ada konsumen yang kerap melupakannya. Padahal seperti disebutkan di atas, karena berhubugan dengan sistem pengereman maka fungsinya sangat vital.

“Minya rem tidak pernah ketahuan kapan rusaknya, karena kita tidak lihat selangnya ada dimana. Minya rem ini yang diketahui hanya jadwalnya saja kalau tidak 2 tahun, berarti 20 ribu kilometer,” ucap Rifat Sungkar, Brand Ambassador PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), dalam kesempatan interview virtual (29/09).

Ia menambahkan bahwa jika konsumen melihat bahwa minyak rem di dalam tabung berkurang, jangan senang dahulu. Jangan hanya melakukan penambahan lalu kembali melakukan perjalanan.

“Minyak rem berkurang itu tandanya ada kebocoran dan konsumen harus mengalakukan pengecekan di sekeliling kendaraan. Bisa juga terjadi karena kampas rem telah menipis,” jelasnya kemudian.

Lebih lanjut Rifat menjelaskan bahwa jika jumlah minyak rem di dalam tabung menurun, bisa langsung melakukan pengecekan. Pengecekan sendiri bisa dimulai dari pemeriksaan kampas rem, apakah sudah aus atau belum.

Lalu konsumen juga bisa melakukan pengecekan di bengkel resmi, apabila terdapat kebocoran. Karena ketika bocor maka bisa dipastikan akan merusak komponen lainnya.

“Ada orang yang ingin menggunakan minyak rem dengan standar DOT yang lebih tinggi. Saya katakan jangan karena cara itu salah dan bisa membuat titik didih piston juga berbeda,” tutur Rifat.

Menurutnya gunakanlah minyak rem yang telah direkomendasikan oleh pabrikan.

Artikel Terkait